Ini Tantangan yang Dihadapi Fintech Lending dalam Mendorong Kinerja hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) dalam mendorong kinerja pada 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menerangkan salah satu tantangannya, yaitu dinamika perekonomian yang memengaruhi kemampuan bayar borrower dan aktivitas pinjaman online (pinjol) ilegal.

"Selain itu, tantangan penguatan kualitas pembiayaan, termasuk mencermati perkembangan kinerja pascaputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (10/7/2026).


Oleh karena itu, Agusman menyampaikan industri fintech lending terus didorong untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen agar tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: OJK Dalami Masukan Industri Soal Penyesuaian Ketentuan Modal untuk Kegiatan Bullion

Meski ada sejumlah tantangan, Agusman optimistis kinerja industri akan tumbuh positif hingga akhir 2026. Dia menyebut optimisme itu muncul seiring peningkatan kebutuhan pembiayaan masyarakat, penguatan permodalan, serta penguatan regulasi dan tata kelola industri.

Sementara itu, industri fintech lending masih mencatatkan kinerja positif sejauh ini, meski tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 berada di level tinggi. Kinerja positif itu tercermin dari penyaluran pembiayaan dan perolehan laba yang tumbuh signifikan per Mei 2026.

OJK mencatat, outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 103,73 triliun per Mei 2026 atau tumbuh sebesar 25,60% secara year on year (YoY). Adapun laba industri fintech lending mencapai Rp 1,08 triliun per Mei 2026 atau tumbuh sebesar 37,43% YoY.

Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Mei 2026 sebesar 4,42%. Secara rinci, angka TWP90 per Mei 2026 terbilang menurun atau membaik jika dibandingkan dengan posisi April 2026 yang sebesar 4,62%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News