JAKARTA. Harian KONTAN edisi Senin (21/9) memiliki sejumlah berita yang menarik untuk Anda simak. Pada halaman 22 rubrik Keuangan ada tiga berita yang menarik untuk baca. Diantaranya sebagai berikut. Pertama, Gejolak di pasar saham tak membuat dana kelolaan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) merosot. Hingga Juli 2015, dana kelolaan DPLK masih meningkat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juli 2015, dana kelolaan DPLK tumbuh 17,9% menjadi Rp 41,4 triliun dari akhir 2014 yang sebesar Rp 35,1 triliun. Namun penempatan portofolio investasi mayoritas peserta masih di instrumen jangka pendek. Padahal, dana pensiun mestinya untuk investasi jangka panjang. Tapi sejatinya, dana pensiun sudah mulai mengurangi porsi penempatan dana pada instrumen jangka pendek. Kedua, Perluasan bisnis pembiayaan tunai dan emas belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan pembiayaan. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memberikan lampu hijau bagi para pelaku bisnis ini. Perluasan lini usaha akan mendorong pertumbuhan industri pembiayaan. Apalagi di tengah kondisi saat ini, bisnis pembiayaan otomotif sedang lunglai. Dus, perusahaan pembiayaan harus mencari sumber-sumber pendapatan baru. Namun, untuk menjajal bisnis anyar, multifinance harus mempersiapkan segala sesuatunya seperti dana investasi, sistem serta sumber daya manusia (SDM).
Ini tiga berita di halaman Keuangan hari ini
JAKARTA. Harian KONTAN edisi Senin (21/9) memiliki sejumlah berita yang menarik untuk Anda simak. Pada halaman 22 rubrik Keuangan ada tiga berita yang menarik untuk baca. Diantaranya sebagai berikut. Pertama, Gejolak di pasar saham tak membuat dana kelolaan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) merosot. Hingga Juli 2015, dana kelolaan DPLK masih meningkat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juli 2015, dana kelolaan DPLK tumbuh 17,9% menjadi Rp 41,4 triliun dari akhir 2014 yang sebesar Rp 35,1 triliun. Namun penempatan portofolio investasi mayoritas peserta masih di instrumen jangka pendek. Padahal, dana pensiun mestinya untuk investasi jangka panjang. Tapi sejatinya, dana pensiun sudah mulai mengurangi porsi penempatan dana pada instrumen jangka pendek. Kedua, Perluasan bisnis pembiayaan tunai dan emas belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan pembiayaan. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memberikan lampu hijau bagi para pelaku bisnis ini. Perluasan lini usaha akan mendorong pertumbuhan industri pembiayaan. Apalagi di tengah kondisi saat ini, bisnis pembiayaan otomotif sedang lunglai. Dus, perusahaan pembiayaan harus mencari sumber-sumber pendapatan baru. Namun, untuk menjajal bisnis anyar, multifinance harus mempersiapkan segala sesuatunya seperti dana investasi, sistem serta sumber daya manusia (SDM).