Ini Unitlink yang Beri Imbal Hasil Jumbo di April 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ada tekanan dari kenaikan suku bunga hingga konflik geopolitik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, beberapa produk unitlink masih mampu memberikan imbal hasil besar pada April 2022. Bahkan, jauh di atas rata-rata imbal hasil.

Di unitlink saham, ada Bhinneka Link Equity Fund yang dimiliki PT Bhinneka Life Indonesia yang mencatat imbal hasil 8,03% di April 2022, berdasarkan data Infovesta Utama. Adapun, indeks rata-rata unitlink saham di periode tersebut ialah 1,04%.

“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif selama April 2022 sebesar 2,23% MoM dan ditutup pada level 7.228. Dengan demikian, sepanjang tahun 2022 IHSG telah mengalami penguatan 9.84%,” tulis perusahaan dalam prospektusnya.


Dalam prospektus tersebut, perusahaan menempatkan portofolio dalam unitlink tersebut pada efek berupa reksadana saham. Sektor emiten yang menjadi pilihan ialah energi, keuangan, dan barang konsumen primer.

Baca Juga: Reksadana Masih Jadi Pilihan Utama Investasi Industri Asuransi Jiwa

Selanjutnya, ada CIGNA Equity Value Fund milik Asuransi Cigna yang mampu memberikan imbal hasil senilai 7,82% dan B-Life Link Dana Aktif milik BNI Life dengan imbal hasil mencapai 7,79%.

“Pada saham kami hanya berinvestasi pada saham LQ45 & Kompas100, selain itu kami juga melakukan trading dengan memanfaatkan setiap momentum di market untuk memaksimalkan return,” ujar Direktur Keuangan BNI Life Eben Eser Nainggolan

Mengacu pada prospektusnya, produk B-Life Link Dana Aktif mengalokasikan portofolio sahamnya ke PT Adaro Energy Tbk, PT Astra International Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Gudang Garam Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Timah Tbk, dan PT United Tractors Tbk

Tak hanya produk unitlink saham, produk unitlink pendapatan tetap miliki BNI Life pun juga mampu memberikan imbal hasil positif senilai 4,01% untuk produk Dana Mantap 5, di atas indeks yang berada pada posisi -0,96.

“Untuk pendapatan tetap kami berinvestasi pada obligasi pemerintah dan obligasi korporasi dengan minimal rating (A-) dimana regulasi memperbolehkan sampai (BBB),” imbuh Eben.

Untuk produk unitlink pasar uang, salah satu lima besar produk dengan imbal hasil terbesar diraih oleh DPLK Generali Fund Discre milik Generali Indonesia. Produk tersebut memberikan imbal hasil sebesar 4,67%.

Baca Juga: Suku Bunga Global Naik, Imbal Hasil Unitlink Pendapatan Tetap Masih Terpuruk

Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti menyebutkan bahwa penempatan portofolio memiliki kriteria untuk melihat rasio kesehatan masing-masing bank, mulai dari Capital, Asset Quality, Management, Earning, dan Liquidity (CAMEL)

“di mana minimum rating dari CAMEL itu adalah sehat,” ujar Vivin.

Hanya saja, meskipun beberapa produk unitlink mampu memberikan imbal hasil besar, Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengingatkan bahwa tujuan investasi pada unitlink bukan hanya fokus pada mencari return tertinggi, melainkan manfaat proteksi yang dimiliki.

“Produk unitlink sekali lagi tidak berdiri sendiri dan memiliki link dengan proteksi atau asuransinya,” ujar Wawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari