KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi medis yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan bagi industri asuransi kesehatan. Kondisi ini turut menekan kinerja perusahaan asuransi, termasuk PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI). Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja Negara mengatakan, inflasi medis menjadi salah satu tantangan utama dalam lima tahun terakhir. Kenaikannya tercatat cukup tinggi dengan pertumbuhan rata-rata dua digit.
Baca Juga: Zurich Indonesia Siap Jalankan Ketentuan di POJK Ekosistem Asuransi Kesehatan Berdasarkan data perusahaan, inflasi medis berada di kisaran 12% hingga 15%. Kondisi tersebut membuat perusahaan asuransi perlu melakukan berbagai langkah mitigasi agar kinerja bisnis tetap terjaga. “Oleh karena itu, perlu beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti penanganan klaim yang lebih baik, memitigasi tidak
overtreatment, serta bekerja sama dengan partner hospital agar tidak terjadi
overutilization,” ujar Edhi saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (9/3). Selain penguatan pengelolaan klaim, Zurich juga memanfaatkan dukungan teknologi untuk membantu menekan dampak inflasi medis yang tinggi. Menurut Edhi, perusahaan tidak bisa terus-menerus menaikkan premi dalam dua digit setiap tahun hanya untuk mengimbangi kenaikan biaya medis. Di tengah tantangan tersebut, Edhi menilai bisnis asuransi kesehatan masih memiliki prospek pertumbuhan yang cukup besar tahun ini. Hal itu didukung oleh pasar asuransi kesehatan yang masih terbuka luas.
Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 9,96% di Januari 2026, Ini Saham Bank Pilihan Analis “Hanya tinggal bagaimana upaya kami bekerja sama agar pertumbuhan bisa tetap sustainable dan sehat. Bagi korporasi mereka mendapat premi sesuai risiko, sementara bagi perusahaan asuransi tetap memperoleh premi yang sesuai prinsip underwriting,” jelasnya. Pada 2025 lalu, premi asuransi kesehatan menyumbang lebih dari seperempat total premi grup Zurich.
Namun untuk tahun ini, Edhi memperkirakan kontribusinya kemungkinan berada di kisaran seperempat dari total premi. Sementara itu, kinerja lini asuransi kesehatan Zurich menunjukkan peningkatan pada awal 2026. Pada Januari 2026, produk asuransi kesehatan kelompok Medicillin mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi bruto sebesar 40% secara tahunan (
year on year/YoY). Adapun produk asuransi kesehatan individu Zurich Optimal Health Assurance (ZOHA) juga mencatat pertumbuhan premi lebih dari 20% secara YoY. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News