JAKARTA. Dalam Doing Business 2015 yang dirilis oleh World Bank, peringkat Indonesia naik dari 120 ke 114. Indonesia masih harus melakukan sejumlah perbaikan untuk menaikkan peringkat. Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Eko Listiyanto berpendapat, perbaikan doing business di Indonesia belum signifikan. Yang selalu menjadi tantangan doing business di Indonesia adalah infrastruktur, birokrasi, dan korupsi. Ketiga hal itu perlu diperbaiki agar investor memiliki minat dan kepercayaan untuk masuk ke Indonesia. Usaha yang dilakukan pemerintah dengan menerapkan sistem online untuk urusan pendirian perusahaan harus diperluas. "Dengan teknologi informasi akan membuat minat investasi lebih tinggi karena lebih efisien," ujar Eko, Rabu (29/10).
Ini jurus mendongkrak 'Doing Business' Indonesia
JAKARTA. Dalam Doing Business 2015 yang dirilis oleh World Bank, peringkat Indonesia naik dari 120 ke 114. Indonesia masih harus melakukan sejumlah perbaikan untuk menaikkan peringkat. Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Eko Listiyanto berpendapat, perbaikan doing business di Indonesia belum signifikan. Yang selalu menjadi tantangan doing business di Indonesia adalah infrastruktur, birokrasi, dan korupsi. Ketiga hal itu perlu diperbaiki agar investor memiliki minat dan kepercayaan untuk masuk ke Indonesia. Usaha yang dilakukan pemerintah dengan menerapkan sistem online untuk urusan pendirian perusahaan harus diperluas. "Dengan teknologi informasi akan membuat minat investasi lebih tinggi karena lebih efisien," ujar Eko, Rabu (29/10).