JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis, seiring dengan sebagian investor yang masih khawatir terhadap perekonomian global, terutama Amerika Serikat (AS), Selasa (30/8). IHSG BEI ditutup melemah 8,44 poin atau 0,15 % menjadi 5.362,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 1,02 poin (0,11 %) menjadi 922,96. Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa kekhawatiran investor terhadap ekonomi di Amerika Serikat masih membayangi laju indeks BEI.
"Amerika Serikat merupakan ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat akan melaksanakan pemilu, di tengah situasi itu biasanya data ekonomi menunjukkan perbaikan, namun sejauh ini pertumbuhannya hanya sekitar satu %, itu bukan perbaikan," ujarnya. Kendati demikian, menurut dia, pelemahan indeks BEI masih relatif terbatas menyusul euforia dari kebijakan di dalam negeri seperti sentimen penurunan PPh, amnesti pajak, paket kebijakan ekonomi masih cukup baik. Sementara itu, Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan bahwa berlanjutnya aksi jual bersih asing di pasar saham domestik kembali mendorong indeks BEI mengalami pelemahan. "Bursa saham regional Asia sebenarnya cukup bagus. Namun karena bursa saham Dow Jones belum ada sinyal positif, pelaku pasar cenderung 'wait and see'," katanya.