KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data 10 asuransi jiwa dengan aset terbesar per Desember 2025, perusahaan berbentuk
joint venture atau usaha patungan antara perusahaan lokal dan asing masih mendominasi industri. Menilik riset dari laporan keuangan masing-masing perusahaan (unaudited) per Desember 2025, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menduduki posisi pertama perusahaan asuransi jiwa dengan aset terbesar, nominalnya mencapai Rp 67,49 triliun per Desember 2025. Adapun perusahaan tersebut mayoritas dimiliki Manulife Financial (Singapore) Pte.Ltd sebesar 95%.
Pada posisi kedua ada PT Indolife Pensiontama dengan nilai aset mencapai Rp 65,47 triliun per Desember 2025. Mayoritas kepemilikan perusahaan, yakni PT Lintas Sejahtera Langgeng 49,73% dan PT Cakra Intan Sakti sebesar 49,73%. Selanjutnya, posisi ketiga ditempati PT Prudential Life Assurance dengan aset per Desember 2025 mencapai Rp 61,62 triliun. Adapun perusahaan itu mayoritas dimiliki Prudential Corporation Holdings Limited sebesar 94,62%. Posisi keempat ditempati PT Axa Mandiri Financial Services dengan aset per Desember 2025 sebesar Rp 43,97 triliun. Pemegang saham mayoritas perusahaan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 51%, National Mutual International Pty. Ltd sebesar 49%. Posisi kelima ditempati PT AIA Financial dengan aset per Desember 2025 sebesar Rp 42,88 triliun. Mayoritas dimiliki AIA International Limited sebesar 94,99%. Selanjutnya, PT Asuransi Allianz Life Indonesia menempati posisi keenam dengan nilai aset per Desember 2025 sebesar Rp 37,27 triliun. Mayoritas dimiliki Allianz of Asia Pacific & Africa GmbH 99,76%. Posisi ketujuh ditempati PT Asuransi Jiwa IFG dengan aset per Desember 2025 sebesar Rp 32,77 triliun. Mayoritas dimiliki PT Bahana Pembina Usaha Indonesia (Persero) 99,99%. Posisi kedelapan diisi PT BNI Life Insurance dengan aset per Desember 2025 sebesar Rp 28,73 triliun. Adapun mayoritas dimiliki PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 60% dan Sumitomo Life Insurance Company 39,99%. Sementara itu, PT Asuransi BRI Life menduduki posisi kesembilan dengan nilai aset sebesar Rp 27,51 triliun. Mayoritas dimiliki PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 51,00% dan FWD Manajemen Holdings 43,96%. Posisi kesepuluh ada PT Asuransi Jiwa Sequis Life dengan nilai aset per Desember 2025 sebesar Rp 23,43 triliun. Adapun mayoritas dimiliki PT Sequis sebesar 68,34%, kemudian PT Gunung Sewu Kapital sebesar 31,65%. Terkait perusahaan patungan mendominasi, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo berpendapat penyebabnya karena perusahaan asuransi
joint venture dikenal mempunyai keunggulan dalam banyak hal. "Salah satunya permodalan, tata kelola, teknologi, serta produk dan budaya kerja," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (18/2/2026). Irvan menambahkan peluang perusahaan asuransi lokal untuk masuk dalam 10 besar ke depannya sangat terbatas. Sebab, mengingat perusahaan joint venture memiliki banyak keunggulan. Selain itu, dipicu juga tumbangnya 2 perusahaan lokal besar yang lama bercokol di top 10, yakni Jiwasraya dan Bumiputera sehingga joint venture makin mendominasi. Dengan adanya rencana Danantara akan melakukan konsolidasi di asuransi jiwa BUMN, Irvan menilai permodalan gabungan yang dimiliki berpotensi mengubah peta persaingan di 10 besar asuransi jiwa.
"Namun, tidak cukup itu saja, masih banyak faktor lain, seperti tata kelola pemasaran produk dan profesionalitas umumnya yang akan menentukan," kata Irvan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News