Inilah Alasan Pertamina Tidak Menaikkan Harga BBM Oktober 2026
Senin, 05 Oktober 2026 21:52 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina pada Oktober 2026 tidak naik meski banderol minyak mentah di pasar dunia semakin mahal. Pertamina punya alasan tersendiri menahan harga BBM pada Oktober 2026. PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM non-subsidi dan avtur tidak mengalami perubahan pada Oktober 2026. Dengan keputusan tersebut, harga BBM jenis umum (JBU) untuk penjualan ritel serta avtur masih mengacu pada harga yang berlaku pada September 2026.
Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto mengatakan, keputusan mempertahankan harga tersebut merupakan arahan yang diterapkan pada Oktober. "Posisi bulan ini, per Oktober itu memang ada arahan untuk harga seluruh JBU retail dan avtur itu masih kami tahan, sama dengan harga September," kata Joko dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipantau melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (5/10/2026). Baca Juga: Kabinet Gemuk Prabowo Berisiko Tambah Beban Permanen APBN Harga BBM Pertamina Oktober 2026 Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga juga telah menyampaikan bahwa harga BBM subsidi maupun non-subsidi per 1 Oktober 2026 masih sama dengan harga September. Untuk wilayah DKI Jakarta, harga BBM Pertamina yang berlaku antara lain Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, Dexlite Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Khusus BBM subsidi, Pertamina menyebut harga tetap mengikuti kebijakan pemerintah hingga akhir 2026. Sementara harga BBM non-subsidi dipertahankan dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Joko menjelaskan, pergerakan harga BBM non-subsidi dan avtur sebenarnya relatif landai sejak Januari 2025 hingga awal 2026. Tekanan mulai meningkat setelah konflik geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari 2026. Kondisi tersebut kemudian mendorong kenaikan harga energi dan berdampak terhadap hampir seluruh produk BBM non-subsidi serta avtur. "Tren kenaikan di 2026 memang cukup tinggi dibanding 2025. Walaupun kita masih berusaha untuk menekan, tidak benar-benar menyesuaikan dengan harga market di dunia," ujar Joko. Menurut dia, faktor geopolitik menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga BBM non-subsidi dan avtur sepanjang 2026. Meski harga energi global mengalami kenaikan, Pertamina tidak sepenuhnya meneruskan perubahan harga pasar global ke harga jual di dalam negeri. Perusahaan masih berupaya menahan kenaikan agar harga BBM tetap terjangkau. Sebelumnya, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 juga sempat ditahan pada April 2026 sebelum mengalami penyesuaian pada Juni. Setelah itu, harga kembali dipertahankan hingga Oktober. Dengan kebijakan tersebut, harga BBM non-subsidi Pertamina dan avtur pada Oktober 2026 masih sama dengan September, meski tekanan dari kenaikan harga energi global masih berlangsung. Tonton: AS Habiskan Rp91 Triliun untuk Perawatan 1 Kapal Induk Nuklir, Ini yang Dikerjakan! Harga BBM Pertamina Oktober 2026 Harga BBM Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Perbedaan harga dipengaruhi antara lain oleh wilayah pemasaran dan komponen pajak daerah. Untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, serta sejumlah wilayah Kalimantan dan Sulawesi, harga Pertamax tercatat Rp16.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter. Sementara di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara, harga Pertamax mencapai Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.450 per liter. Khusus wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam, harga Pertamax tercatat Rp15.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo Rp18.550 per liter. Data harga juga menunjukkan adanya wilayah yang belum menyediakan seluruh varian BBM nonsubsidi. Misalnya, Pertamax Green 95 belum tercantum untuk sebagian besar wilayah di luar Pulau Jawa. Berikut rincian harga BBM di SPBU Pertamina berdasarkan wilayah pemasaran: Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung * Pertamax: Rp 16.300 * Pertamax Turbo: Rp 20.000 * Dexlite: Rp 24.200 * Pertamina Dex: Rp 25.750 Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau * Pertamax: Rp 16.650 * Pertamax Turbo: Rp 20.450 * Dexlite: Rp 24.750 * Pertamina Dex: Rp 26.300 FTZ Sabang * Pertamax: Rp 14.950 * Dexlite: Rp 22.150 FTZ Batam * Pertamax: Rp 15.150 * Pertamax Turbo: Rp 18.550 * Dexlite: Rp 22.500 * Pertamina Dex: Rp 23.950 Tonton: 414 Dapur MBG Terima Anggaran tapi Tak Beroperasi, Ratusan Miliar Diselamatkan DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp15.950 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter
Dexlite: Rp23.700 per liter
Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
Biosolar subsidi: Rp6.800 per liter
Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur * Pertamax: Rp 15.950 * Pertamax Turbo: Rp 19.600 * Dexlite: Rp 23.700 * Pertamina Dex: Rp 25.200 Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur * Pertamax: Rp 16.300 * Pertamax Turbo: Rp 20.000 * Dexlite: Rp 24.200 * Pertamina Dex: Rp 25.750 Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara * Pertamax: Rp 16.650 * Pertamax Turbo: Rp 20.450 * Dexlite: Rp 24.750 * Pertamina Dex: Rp 26.300 Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat * Pertamax: Rp 16.300 * Pertamax Turbo: Rp 20.000 * Dexlite: Rp 24.200 * Pertamina Dex: Rp 25.750 Maluku dan Maluku Utara * Pertamax: Rp 16.300 * Dexlite: Rp 24.200 Tonton: Prabowo: Indonesia Diprediksi Jadi Ekonomi Terkuat ke-4 Dunia Papua * Pertamax: Rp 16.300 * Pertamax Turbo: Rp 20.000 * Dexlite: Rp 24.200 Papua Barat dan Papua Barat Daya * Pertamax: Rp 16.300 * Dexlite: Rp 24.200 * Pertamina Dex: Rp 25.750
Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan * Pertamax: Rp 16.300 * Dexlite: Rp 24.200 Sebagian artikel tayang di: https://money.kompas.com/read/2026/10/05/175407126/harga-bbm-non-subsidi-dan-avtur-ditahan-per-oktober-pertamina-ungkap-alasannya.
FIFA Puji Transformasi Sepak Bola Indonesia, Erick Thohir Disebut Berhasil Ubah PSSI