Inilah bocoran isi dari proposal Yunani!



ATHENA. Akhirnya, pemerintah Yunani yang dikepalai Perdana Menteri Alexis Tsipras mengajukan proposal reformasi ekonomi kepada Eropa.

Menurut salah seorang pejabat zona euro, proposal tersebut dikirimkan pada Kamis (9/7) malam, selang dua jam sebelum deadline tengah malam berakhir. Mereka kemudian akan mempelajari proposal tersebut sebelum akhirnya menggelar pertemuan tingkat tinggi pada Minggu (12/7).

Proposal terbaru Yunani ini disebut-sebut hampir sama dengan proposal yang pernah dipresentasikan oleh Komisi Eropa pada 26 Juni lalu. Salah satunya meliputi permintaan kreditur untuk kenaikan pajak dan memangkas anggaran publik atas dana pensiun. Yunani juga mengajukan restrukturisasi utangnya dan paket kebijakan pertumbuhan senilai 35 miliar euro atau US$ 38,7 miliar.


Menurut sejumlah media lokal Yunani, isi dari proposal tersebut meliputi kenaikan pajak, reformasi dana pensiun, privatisasi, dan pemangkasan anggaran.

"Meskipun istilah Grexit semakin nyaring terdengar, kami melihat Yunani akan tetap berada di euro karena mayoritas rakyat Yunani menginginkannya. Eropa memang berniat mendapat hasil tersebut," jelas analis Deutsche Bank dalam laporan analisisnya kepada klien.

Berikut adalah isi dari proposal Yunani seperti yang diungkapkan media lokal:

- Kenaikan pajak di perusahaan pengiriman dan memangkas diskon pajak di sejumlah pulau

- Menyamaratakan PPN dengan standar 23%, termasuk restoran dan katering

- Mengakiri program solidaritas bagi pensiunan mulai 2019

- Pemangkasan anggaran pertahanan negara senilai 300 juta euro atau US$ 332 juta mulai 2016

Memang, belakangan, tekanan dari kreditur Yunani agar mengajukan proposal yang lebih mudah dikelola semakin tinggi. Dengan demikian, pemerintah Yunani dapat bangkit dari krisis yang sudah menghapus seperempat dari nilai perekonomian mereka.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, yang akan mengepalai pertemuan UE pada Minggu mendatang berharap menerima proposal reformasi yang konkret dan realistis dari Athena. "Proposal tersebut harus sesuai dengan proposal realistis dari kreditur. hanya itu yang bisa memberikan win-win situation," kata Tusk.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie