KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nakhoda PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin resmi berganti. Melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) BEI, Inarno Djayadi resmi diangkat jadi Direktur Utama BEI periode 2018-2021. Selama tiga tahun ke depan, Inarno akan memimpin BEI bersama direksi lainnya. Mereka adalah IGD N. Yetna Setia (Direktur Penilaian Perusahaan, Laksono Widito Widodo (Direktur perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa), Kristian Sihhar Manullang (Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan), Fitri Hadi (Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko), Hasan Fawzi (Direktur pengembangan), serta Risa Effenita Rustam (Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia). Inarno mengemukakan sejumlah rencana program kerja selama tiga tahun ke depan. Ia berniat menjaga agar transaksi saham menjadi lebih efisien, wajar dan teratur. "Kami ingin meneruskan apa yang masih tertunda, tentu saja kami akan meneruskan program-program direksi lama," ungkap Inarno, kemarin.
Inilah fokus pengurus baru Bursa Efek Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nakhoda PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin resmi berganti. Melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) BEI, Inarno Djayadi resmi diangkat jadi Direktur Utama BEI periode 2018-2021. Selama tiga tahun ke depan, Inarno akan memimpin BEI bersama direksi lainnya. Mereka adalah IGD N. Yetna Setia (Direktur Penilaian Perusahaan, Laksono Widito Widodo (Direktur perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa), Kristian Sihhar Manullang (Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan), Fitri Hadi (Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko), Hasan Fawzi (Direktur pengembangan), serta Risa Effenita Rustam (Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia). Inarno mengemukakan sejumlah rencana program kerja selama tiga tahun ke depan. Ia berniat menjaga agar transaksi saham menjadi lebih efisien, wajar dan teratur. "Kami ingin meneruskan apa yang masih tertunda, tentu saja kami akan meneruskan program-program direksi lama," ungkap Inarno, kemarin.