Inilah kiat Kemkop UKM membenahi UMKM di segala sisi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM) tengah menyelesaikan road map industri menengah kecil mikro (UMKM).  Salah satunya adalah  melakukan pembenahan untuk bisa mengembangkan bisnis dari usaha mikro, kecil dan menengah. 

Langkah ini penting mengingat jumlah UMKM di negeri ini paling banyak diantara tipe bisnis lainnya.  Misalnya untuk segmen usaha mikro. 

Menurut Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, jumlah usaha di level mikro ini adalah yang terbanyak sekitar 98% dari total jumlah UMKM 60 juta. "Biasanya di level ini yang dibutuhkan adalah modal kerja," kata Teten saat  berkunjung ke Kantor Redaksi KONTAN, Rabu(11/3).


Baca Juga: Menteri Teten: Saya Menteri koordinator lapangan untuk UMKM

Namun modal kerja yang dibutuhkan adalah bukan cuma dari sisi jumlah, kemudahan untuk bisa mendapatkan modal perlu mendapat perhatian. Kemudahan inilah yang tengah ia siapkan implementasinya.

Baca Juga: Menteri Teten: Kami lagi menyiapkan satu stimulus untuk menggerakkan UMKM

Untuk bisa membuat usaha mikro tersebut naik kelas, sambil memberi contoh pengusaha toko kelontong di perumahan, tampaknya sulit dilakukan. Justru Kemkop UKM ingin melakukan upgrade bagi usaha di tingkatan kecil dan menengah (UKM). 

Baca Juga: Ini lima keunggulan omnibus law untuk sektor Koperasi dan UKM versi Menteri Teten

Dengan memperbesar usaha para UKM yang bersangkutan, diharapkan mereka bisa memperbesar kapasitas produksi dan pada gilirannya adalah bisa menambah tenaga kerja. Kalau ini terjadi, maka bisa meminimalisir angka pengangguran.

Sudah ada beberapa program yang Kemkop UKM siapkan. Ada 20 bidang usaha yang mendapat perhatian.  Misalnya dengan  pihak Perhutani  yang memanfaatkan lahan milik perusahaan tersebut. Ada beberapa usulan untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan tersebut yang melibatkan para UKM, misalnya membuat tambang udang raya.

Sedangkan bidang lainnya yang mendapat perhatian adalah bidang furnitur, khususnya dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti bambu. "Permintaan furnitur khusus ini sudah ada, misalnya dari Ikea," tandasnya. 

Program lainnya yang masuk dalam proyek percontohan adalah di bidang pertanian. Di Demak, Kemkop UKM sudah menguji coba 1.000 hektare sawah yang ditanami jenis padi khusus, seperti padi organik. Nanti, masa panen dari kawasan sawah yang dikelola oleh kelompok petani setempat bisa dilakukan per 10 hektare. "Supaya ada panen yang berkelanjutan," tuturnya.

Program lainnya membuat sentra perajin. Nanti, bahan baku yang sudah tersertifikasi dan berkualitas bakal dipasok ke para perajin. Dan si perajin tinggal mengolahnya dan membuat merek saja. "Program ini ada di roadmap kami mulai tahun ini," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon