Inilah Saham yang Diprediksi Cuan Karena Perang AS vs Iran
Senin, 02 Maret 2026 05:15 WIB
Oleh: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran menambah ketidakpastian ekonomi yang akan melemahkan pasar saham. Namun, tidak semua saham bakal tertekan oleh perang. Berikut saham-saham yang diprediksi untung karena perang AS vs Iran. Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, pecahnya konflik AS-Israel dan Iran menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi pasar, termasuk IHSG. Setiap eskalasi geopolitik besar umumnya memicu aksi risk-off di pasar global, terutama pada awal perdagangan setelah akhir pekan. Risiko tekanan pada awal sesi perdagangan Senin (2/3/2026) terbuka lebar. Pasar akan merespons lonjakan harga minyak dunia dan penguatan aset safe haven seperti emas dan dolar AS.
"Tetapi untuk panic selling besar-besaran, kemungkinannya relatif terbatas kecuali terjadi eskalasi lanjutan yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, seperti gangguan serius pasokan energi dunia," ungkap Reza, Minggu (1/3/2026). Sektor Komoditas Bisa Jadi Penahan IHSG Perlu dicatat, struktur IHSG cukup banyak ditopang saham berbasis komoditas. Dalam kondisi geopolitik memanas, kenaikan harga minyak dan emas justru berpotensi menjadi penahan pelemahan indeks. Saham energi dan emas biasanya mendapat sentimen positif ketika harga komoditas global naik. Hal ini dapat mengimbangi tekanan pada sektor lain seperti perbankan dan konsumer. Artinya, meskipun tekanan global meningkat, komposisi sektor komoditas membuat IHSG relatif lebih tahan dibanding indeks yang bertumpu pada sektor teknologi atau manufaktur. Baca Juga: Indosat Bidik Penjualan 1 Juta Perangkat FWA, Menyasar Area Belum Terjangkau Fiber Analisis Teknikal: Uji Support 8.214 Senior Technical Analyst Panin Sekuritas, Mayang Anggita, menjelaskan secara teknikal IHSG tengah menguji support neckline pola Double Bottom di level 8.214 dan ditutup dengan pola Hammer. Indikator Stochastic menunjukkan Golden Cross di area oversold. Ini membuka peluang rebound menuju MA50 di level 8.433 hingga resistance 8.437. Sementara itu, support terdekat berada di 8.094 hingga level psikologis 8.000. Menurut Mayang, meningkatnya ketidakpastian global membuat investor cenderung risk-off sehingga IHSG berpotensi bergerak lebih volatil. "Kami menyarankan short term trading agar dapat memanfaatkan momentum dengan risiko yang lebih terukur," ujarnya. Baca Juga: Tertekan Saham Emiten Telekomunikasi, Kinerja Sektor Infrastruktur Masih Lesu Proyeksi Pergerakan IHSG 2 Maret 2026 Reza memprediksi IHSG akan bergerak dengan support di area 8.100–8.150 pada awal pekan. Jika tekanan global cukup besar, bukan tidak mungkin IHSG menguji area tersebut pada awal sesi. Namun selama level ini bertahan, peluang technical rebound tetap terbuka. Resistance terdekat berada di kisaran 8.350–8.400. Secara umum, IHSG berpotensi volatil dan menguji support pada awal perdagangan. Jika sentimen memburuk, indeks bisa turun di bawah 8.100. Namun tanpa eskalasi lanjutan, peluang rebound tetap ada. "Risikonya ada, tetapi belum mengubah tren secara signifikan," tandas Reza. Tonton: Konflik Iran-Israel AS Guncang Pasar Global: Dampak ke IHSG & Peluang Komoditas Rekomendasi Saham di Tengah Perang Timur Tengah Di tengah konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga komoditas, investor dapat mencermati: Saham Migas - MEDC - ELSA - AKRA - PGAS - RAJA Harga minyak yang berpotensi menguat bisa menjadi katalis positif bagi saham sektor energi.
Saham Emas - MDKA - ANTM - PSAB - ARCI Kenaikan harga emas global dan sinyal teknikal Golden Cross membuka peluang penguatan lanjutan menuju resistance US$ 5.400 per ons troi dalam jangka pendek. Kesimpulannya, IHSG diperkirakan bergerak volatil pada Senin (2/3/2026) dengan potensi uji support 8.100. Strategi selektif pada saham energi dan emas dapat menjadi pilihan di tengah sentimen perang AS-Israel vs Iran.
Rusia Desak Penghentian Serangan AS & Israel ke Iran: Dampak Regional & Global