Inilah sektor-sektor pelapor DHE paling besar



JAKARTA. Usaha Bank Indonesia (BI) memperkuat cadangan devisa berbuah positif. BI mencatat hingga Oktober 2014, jumlah pelapor devisa hasil ekspor (DHE) dari perbankan mencapai 2.104 pelapor. Sedang pelapor DHE dari eksportir mencapai 201.332 pelapor. 

Alhasil, secara akumulatif dari Januari 2012-September 2014 nilai DHE yang tercatat BI mencapai US$ 398,5 miliar dengan nilai ekspor sebesar US$ 497,8 miliar. Artinya, sudah 80,05% eksportir melaporkan devisa hasil ekspornya kepada BI.

Asal tahu saja, DHE adalah salah satu instrumen Bank Indonesia (BI) untuk membuat pasar valuta asing (valas) di Indonesia lebih dalam. Instrumen ini mewajibkan eksportir melaporkan DHE ke BI mulai Januari 2012.


Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan dan Kepatuhan Laporan (DPKL) BI Wiwiek Sisto Widayat mengatakan kepatuhan eksportir untuk melaporkan DHE semakin baik. Yang menjadi fokus BI saat ini adalah mengejar sisa 20% eksportir untuk mau melaporkan DHE.

BI mencatat pemenuhan kepatuhan DHE didominasi dari  sektor non migas dengan besaran 82%, sedangkan sektor migas hanya sebesar 67%. Kepatuhan sektor migas untuk melaporkan DHE terbilang masih rendah.

Sektor Liquefied Natural Gas (LNG) alias gas alam cair yang paling rendah melaporkan DHE yaitu 53% dari ekspor. Untuk sektor yang pelaporannya paling baik adalah eksportir di bidang crude palm oil (CPO) alias minyak kelapa sawit dan karet, masing-masing sebesar 95% dari nilai ekspor, ini datanya:          

Pelaporan DHE Januari 12-September 2014 (US$  miliar)
Bidang Industri Nilai Ekspor DHE % DHE
Kelompok Industri Manufaktur
Kimia 30,6 25,39 82,97
Elektronik 31,57 26,3 83,31
Alas kaki 10,34 8,5 82,21
Kaca 1,2 0,83 69,17
Kerajinan 0,36 0,26 72,22
Minyak Nabati 10,72 8,06 75,19
Mesin 29,34 23,2 79,07
Besi 5,06 2,91 57,51
Kertas 15,12 12,62 83,47
Plastik 1,67 1,05 62,87
Rotan 0,7 0,35 50
Tekstile 36,01 25,73 71,45
Kayu olahan 2,41 1,6 66,39
Kayu 9,02 7,01 77,72
Industri manufaktur lain 45,28 34,87 77,01
Kelompok Industri Migas
LNG 33,8 17,96 53,14
LPG* 23 16 69,57
Minyak Mentah 28,28 23,79 84,12
NG 15,58 10,39 66,69
Kelompok Industri Minerba
Aluminium 3,68 2,94 79,89
Batubara 66,6 25,66 38,53
Tembaga 11,83 9,27 78,36
Nikel 6,64 4,66 70,18
Emas 5,05 4,91 97,23
Timah 5,47 4,93 90,13
Kelompok Industri Agribisnis
Binatang 11,1 8,11 73,06
Kopi 4,03 3,47 86,1
CPO 46,88 44,4 94,71
Bubuk kertas 1 0,88 88
Karet 18,62 17,74 95,27
Karet olahan 5,97 4,79 80,23
Tembakau 2,49 2 80,32
Keterangan : * dalam US$ juta Sumber: BI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa