Inisiatif Ekonomi Sirkular di Desa Wisata Klangon



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mendorong penerapan ekonomi sirkular di Desa Wisata Klangon, Sleman, Yogyakarta, melalui pengembangan kawasan wisata ramah lingkungan sekaligus pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Inisiatif tersebut dikembangkan melalui program GoZero% Goes to Klangon yang digelar di Bukit Klangon, Desa Glagaharjo, pada Jumat pekan lalu(25/9). Program tersebut mengintegrasikan pengelolaan sampah, pengolahan sampah organik, konservasi, serta pengembangan kawasan GoZero% EcoCamp Klangon.

VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri mengatakan, pengembangan kawasan tersebut memiliki potensi untuk menciptakan siklus manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi masyarakat.


“Program ini juga memiliki potensi untuk mendorong ekonomi sirkular di Desa Wisata Klangon. Kami berharap peningkatan kunjungan wisata dapat ikut mendorong pendapatan masyarakat, yang kemudian dapat dikelola kembali untuk mendukung pengembangan fasilitas di kawasan ini,” ujar Gunawan.

Menurut dia, konsep tersebut memungkinkan manfaat ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas wisata untuk kembali digunakan dalam pengembangan kawasan. Dengan demikian, pengelolaan lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sampah organik menjadi kompos

Salah satu bagian dari konsep tersebut adalah GoZero% Waste to Soil. Melalui program ini, Telkom memperkenalkan pembuatan komposter sederhana bersama masyarakat.

Baca Juga: Alasan Pengelolaan Obesitas Butuh Intervensi Lewat Terapi Medis

Sampah organik yang dihasilkan kemudian diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan kembali bagi tanaman di kawasan Klangon. Fasilitas kompos bersama tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Telkom juga menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah untuk organik, anorganik, residu, dan bahan berbahaya dan beracun (B3), serta fasilitas bank sampah.

Kehadiran fasilitas itu juga diikuti edukasi dan pendampingan kepada masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dikelola lebih lanjut, sementara sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur di kawasan wisata. Selain pengelolaan sampah, Telkom juga mengembangkan GoZero% EcoCamp Klangon sebagai kawasan camping yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Kawasan tersebut dilengkapi fasilitas, seperti welcome gate, photospot, dan signage edukasi mengenai kawasan camping serta pengelolaan sampah. Penerapan GoZero% Rules juga menjadi bagian dari pengelolaan kawasan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung.

Baca Juga: Menyulap Sampah Organik di Rest Area Menjadi Kompos

Pengembangan wisata berbasis lingkungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Desa Wisata Klangon. Peningkatan aktivitas wisata kemudian diharapkan memberikan peluang pendapatan bagi masyarakat sekitar. “Dengan begitu, manfaat yang dihasilkan dapat terus berputar dan memberikan nilai bagi masyarakat,” kata Gunawan.

Sementara itu, SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza menambahkan, pendekatan GoZero% Goes to Klangon tidak hanya berorientasi pada kegiatan lingkungan dalam jangka pendek. “Kami ingin program keberlanjutan tidak berhenti pada satu aktivitas, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang dapat memberikan dampak dalam jangka panjang,” ujar Reza.

Telkom juga melakukan GoZero% Plant & Grow Action melalui penanaman 200 pohon di sekitar area camping. Pohon yang ditanam antara lain jeruk keprok, kopi, dan sengon. Program ini merupakan kelanjutan program GoZero% Goes to Yogyakarta yang telah dilakukan pada 2025. Kali ini, pendekatan program diperluas dengan menggabungkan konservasi, pengelolaan sampah, pengembangan wisata, dan pemberdayaan masyarakat.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom melalui pilar Save Our Planet.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News