KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Badak NGL atau Badak LNG berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Patent Awards 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum Republik Indonesia. Dua inovasi yang dikembangkan perwira Badak LNG tersebut meraih Juara 2 dan Juara 3 dalam kategori
Best Green and Blue Innovation Patent. Penghargaan ini diberikan atas inovasi yang dinilai memberikan kontribusi terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan industri.
Baca Juga: BKPM Dorong Hilirisasi Timah dan Nikel hingga Produk Akhir, Ini Alasannya Inovasi yang meraih Juara 2 berjudul "Metode Pengendalian Temperatur Lean Amine untuk Optimasi Konsumsi Steam di Reboiler Unit Amine Regenerator (1C-5) melalui Suatu Sistem Auto Cascade". Sementara itu, Juara 3 diraih melalui inovasi "Metode Pencegahan Terjadinya Kebocoran Hidrokarbon pada Saat Menjalankan Liquefied Petroleum Gas Booster Cooler di Kilang Liquefied Natural Gas". Salah satu inovasi tersebut menghasilkan penghematan sebesar 159.950 ton steam dan 592 MMSCF fuel gas berdasarkan data kumulatif periode Januari 2023 hingga Oktober 2024 pada Train G dan Train H. Efisiensi tersebut menghasilkan penghematan ekonomi mencapai US$ 6,04 juta. Menariknya, implementasi inovasi ini hanya membutuhkan investasi sekitar US$ 2.000 dengan periode pengembalian investasi atau payback period kurang dari satu bulan.
Baca Juga: Adevegroup Bidik Industri Herbal dan Pangan, Perluas Akses Bahan Baku Bambang Irawan, Lead Engineer Production Planning & Energy sekaligus perwakilan inventor, mengatakan keberhasilan inovasi tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai fungsi di lingkungan perusahaan. "Penghargaan ini milik seluruh insan Badak LNG, karena inovasi ini lahir dari kerja sama operator, engineer, dan tim maintenance," ujar Bambang dalam keterangannya Kamis (5/11/2026). Adapun inovasi yang meraih Juara 3 berfokus pada pencegahan kebocoran hidrokarbon saat pengoperasian
Liquefied Petroleum Gas Booster Cooler di kilang LNG. Penerapan metode tersebut berpotensi menghindari kehilangan produksi LNG senilai US$ 17,6 juta per tahun. Selain itu, inovasi ini berpotensi mencegah emisi gas rumah kaca sebesar 134.443 ton CO₂e per tahun dari aktivitas flaring. Metode tersebut juga berpotensi menghindari pemborosan sekitar 1.947 MMSCF fuel gas setiap tahun. Keunggulan lainnya, penerapan inovasi ini tidak memerlukan investasi peralatan baru.
Baca Juga: WIKA Perkuat Mitigasi Risiko Kurs, Cermati Biaya Proyek dan Tender 2027 Kedua inovasi tersebut diperkenalkan dalam Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 yang berlangsung pada 3-5 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Sebelumnya, keduanya telah melalui rangkaian kompetisi sejak Agustus 2026. Forum tersebut menjadi wadah untuk mendorong hilirisasi invensi nasional sekaligus mempertemukan inventor dengan pelaku industri, investor, dan pemangku kepentingan strategis. Dalam kegiatan tersebut, Badak LNG turut membuka booth yang menampilkan kedua inovasi peraih penghargaan. Corporate Secretary Badak LNG Henny Trisnadewi, juga mengunjungi booth untuk melihat langsung pemaparan inovasi yang dikembangkan para perwira perusahaan. Henny mengatakan, penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan inovasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan perusahaan. "Badak LNG bersyukur mendapat kesempatan untuk mendaftarkan paten yang dimiliki dan berhasil meraih penghargaan melalui kedua paten yang diajukan. Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan Badak LNG untuk terus melahirkan inovasi dan melakukan improvement, sehingga memberikan kontribusi positif bagi perusahaan maupun negara," tutur Henny.
Baca Juga: TEI 2026 Hadirkan 45.287 Pengunjung, ICE BSD City Perkuat Posisi Venue Internasional Selain mengembangkan inovasi untuk kebutuhan internal, Badak LNG juga membuka peluang pendampingan bagi industri LNG lainnya yang ingin mereplikasi metode tersebut. Penerapannya akan disesuaikan dengan kondisi, sistem, dan kebutuhan masing-masing fasilitas. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan inovasi teknologi dalam industri LNG nasional, terutama untuk meningkatkan efisiensi energi, keselamatan operasional, keandalan fasilitas, serta mengurangi dampak lingkungan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News