KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri keramik nasional didorong meningkatkan daya saing melalui inovasi desain dan pengembangan produk bernilai tambah tinggi di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah kolaborasi produsen keramik dalam negeri dengan mitra desain internasional untuk memperkuat kualitas, karakter produk, dan daya saing di pasar global. PT Internusa Keramik Alamasri (INKA), produsen keramik Essenza, menjalin kerja sama dengan Digital Design Srl asal Italia melalui merek desain interior MILLE997. Kemitraan ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan desain Essenza sekaligus memperluas peran keramik dari sekadar material lantai menjadi bagian integral dari arsitektur dan desain interior. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah industri keramik Indonesia. INKA merupakan anak perusahaan PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) yang bergerak di sektor industri keramik.
Baca Juga: Gas Dibatasi, Industri Keramik Pangkas Produksi hingga 50% Direktur Utama PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) Desra Firza Ghazfan mengatakan peluang pertumbuhan industri keramik tidak hanya bergantung pada kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan menghadirkan produk dengan desain dan karakter yang kuat. “Peluang berikutnya bagi industri keramik bukan sekadar ubin yang lebih besar, melainkan peran lebih besar dalam arsitektur,” ujar Desra saat peluncuran Terra Collection dalam pameran Build Better 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Menurut dia, perkembangan industri keramik membuka peluang bagi produsen untuk memperluas pemanfaatan produk pada berbagai elemen bangunan. Keramik tidak lagi terbatas pada lantai, tetapi juga dapat menjadi bagian dari dinding dan permukaan arsitektural yang membentuk karakter suatu ruang. Perubahan tersebut menuntut pendekatan desain yang lebih menyeluruh dengan memperhatikan keselarasan warna, tekstur, proporsi, dan berbagai material dalam satu konsep. Dengan demikian, kualitas material perlu didukung desain yang mampu menjawab kebutuhan konsumen, arsitek, dan desainer interior. Ia menjelaskan melalui kerja sama dengan MILLE997, Essenza berupaya memadukan identitas produknya dengan pengalaman desain Italia yang telah diterapkan dalam berbagai proyek hotel, merek fesyen, dan interior. Portofolio MILLE997 antara lain mencakup Hotel Negresco di Forte dei Marmi, Hotel Acadia, Hotel Lamtana, serta karya untuk merek fesyen Etro dan Cesare Paciotti. Pengalaman menggabungkan beragam material menjadi salah satu modal dalam pengembangan koleksi keramik yang dapat mendukung kesatuan konsep ruang. Kemitraan ini juga diarahkan agar gagasan desain dapat diterjemahkan secara konsisten ke dalam proses produksi. Pendiri MILLE997 Francesco Govi mengatakan kolaborasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan identitas Essenza, melainkan memperkaya karakter desainnya melalui perpaduan keahlian Italia dan kebutuhan arsitektur Indonesia. “Keunggulan Essenza terletak pada kualitas dan desain yang tak lekang oleh waktu. Hal ini menjadi landasan yang tepat untuk berkolaborasi. Kami ingin memadukan keahlian desain Italia dengan identitas Essenza, sehingga hasilnya bukan sekadar motif baru, melainkan koleksi berkarakter khas yang relevan dengan ruang yang ingin diwujudkan oleh penggunanya,” kata Francesco. Direktur INKA Angelica Lie menambahkan inovasi proses produksi perlu berjalan beriringan dengan pengembangan desain. Efisiensi pabrik dapat meningkatkan kualitas produk, sedangkan desain menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih material bangunan. INKA juga ingin membuka ruang kolaborasi kreatif bagi konsumen, arsitek, dan desainer interior Indonesia agar gagasan mereka dapat dikembangkan menjadi produk yang digunakan dalam proyek nyata. Pengembangan desain bernilai tambah menjadi salah satu jalan bagi industri keramik nasional untuk mengurangi ketergantungan pada persaingan harga dan volume produksi. Diferensiasi melalui kualitas, orisinalitas, serta relevansi desain dapat memperluas peluang produk lokal di segmen pasar yang membutuhkan karakter dan spesifikasi tertentu. Langkah tersebut sekaligus menempatkan kolaborasi lintas negara sebagai sarana pengembangan kapabilitas industri dalam negeri, mulai dari eksplorasi desain hingga penerapannya pada produk akhir.
Desra menegaskan industri keramik Indonesia perlu menghasilkan produk yang dipilih bukan semata-mata karena harga, tetapi juga kualitas dan desainnya. “Industri keramik Indonesia harus menawarkan lebih dari sekadar kapasitas produksi. Kita perlu menciptakan produk yang dipilih karena kualitas dan desainnya. Kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat kemampuan tersebut di Indonesia dan mendorong keramik Indonesia bersaing di pasar internasional,” ujarnya. Melalui kemitraan tersebut, tambah dia, pengembangan desain diharapkan dapat memperkuat posisi produk keramik Indonesia dalam rantai nilai industri bahan bangunan serta membuka peluang bagi produsen nasional untuk bersaing melalui inovasi dan nilai tambah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News