Inovasi Kartu Debit, CIMB Niaga Targetkan Lonjakan Transaksi 50%



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah masifnya perkembangan transaksi digital, rupanya pamor kartu debit belum surut. Berbagai inovasi dan pembaruan dilakukan sehingga transaksi kartu debit mampu bersaing dengan berbagai transaksi digital lainnya. 

Hal itu tercermin dari tren kartu debit CIMB Niaga. Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 transaksi QRIS CIMB Niaga tumbuh hingga 51% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kendati begitu, Noviady bilang kartu debit tetap memainkan peran penting dalam ekosistem pembayaran. 

Itu tercermin dari kinerja kartu debit CIMB Niaga yang juga berhasil mencetak pertumbuhan positif sepanjang tahun lalu, utamanya pada transaksi belanja di luar negeri dan e-commerce, yang masing-masing tumbuh 33% yoy dan 48% yoy. 


Baca Juga: OJK Bisa Gugat Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Ini Tujuan dan Manfaatnya bagi Konsumen

Noviady menyebut, kinerja kartu debit dapat tetap terjaga berkat berbagai inovasi.

“Tren pertumbuhan transaksi kartu debit CIMB Niaga sepanjang 2025 didorong oleh relevansi kartu debit di tengah berkembangnya pembayaran digital,” paparnya kepada Kontan, Senin (19/1/2026). 

Nah, upaya menjaga relevansi itu diwujudkan salah satunya melalui berbagai inovasi digital pada produk kartu debit, mulai dari fitur digital debit card yang tersambung dengan aplikasi dan website OCTO. 

Kartu debit CIMB Niaga juga dirancang dengan kemampuan multicurrency yang memungkinkan transaksi luar negeri tanpa konversi kurs. Selain itu, kartu debit juga dilengkapi fitur yang lengkap termasuk personalisasi limit transaksi. 

Bank juga berupaya merawat tren pertumbuhan transaksi dengan menghadirkan program-program promo di merchant favorit nasabah. Dengan berbagai reward menarik, nasabah bakal lebih sering bertransaksi menggunakan kartu debit. 

Baca Juga: Perkuat Underwriting, Jasindo Bidik Pertumbuhan Sehat Asuransi Marine Cargo

Ke depan, CIMB Niaga melihat bahwa transaksi kartu debit bakal tetap memiliki peran penting dalam ekosistem pembayaran, meskipun pada saat yang sama pertumbuhan transaksi digital diperkirakan terus meningkat pesat, dengan kanal digital seperti QRIS yang kian dominan dalam pembayaran sehari-hari. 

Namun, Noviady menilai kartu debit tetap dibutuhkan untuk segmen transaksi yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh kanal digital, seperti kebutuhan perjalanan internasional, transaksi e-commerce lintas platform, serta akses ATM dan transaksi tertentu yang masih memerlukan kartu fisik.

Untuk tahun 2026, CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan transaksi kartu debit yang stabil dengan fokus pada peningkatan transaksi belanja di luar negeri dan e-commerce.

“Harapannya keduanya terus menunjukkan momentum positif hingga 50%,” pungkas Noviady. 

Selanjutnya: IHSG Naik 0,24% ke 9.155,4 Sesi I Selasa (20/1): Saham ADMR, JPFA, BUMI Top Gainers

Menarik Dibaca: HP Murah Rp 2 Jutaan: Kamera Zoom 10x Rekam 4K, Konten Auto Cuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News