Inovasi memperkuat bisnis UNVR



JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan menambah kapasitas di sembilan pabrik untuk memperkuat pasokan. Emiten sektor konsumer ini menganggarkan dana belanja modal Rp 2 triliun di tahun ini. Tapi, dana yang terserap baru Rp 725 miliar atau 36,36% dari total anggaran.

Penambahan kapasitas khusus untuk produk-produk dari lini bisnis kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh (home personal care). Semester pertama tahun ini, pendapatan UNVR dari bisnis ini tumbuh 8,44%.

Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities mengatakan, saat ini fokus UNVR adalah mengoptimalkan kapasitas produksi yang sudah ada. Meskipun daya beli masyarakat berangsur membaik, UNVR tidak serta merta berekspansi gencar.


"Mungkin memang UNVR tidak membangun pabrik baru dalam waktu dekat, tapi investasinya lebih ke perawatan dan perbaikan mesin," kata Reza kepada KONTAN pada Rabu (14/09).

Pertumbuhan barang kebutuhan rumah tangga dan perwatan tubuh didorong oleh inovasi, salah satunya parfum Molto. Parfum ini diterima baik oleh konsumen. Inovasi seperti ini yang selama ini menjaga pangsa pasar UNVR. UNVR memang jarang menelurkan produk baru.

Strategi selama ini lewat peluncuran varian baru dari produk yang sudah ada. Selain itu, UNVR juga ingin menggenjot kinerja dari divisi solusi makanan (food solution) yang berada di bawah bisnis makanan dan minuman.

UNVR akan menjual bahan makanan ke hotel, restoran, dan kafe. "Strategi ini positif, yaitu dengan mendiversifikasi pelanggan. Tapi prospek kedepan tergantung pada jumlah hotel atau restoran yang memakai produknya," jelas Reza.

Selama enam bulan pertama tahun ini, penjualan UNVR tumbuh 10% menjadi Rp 20,74 triliun dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu Rp 18,8 triliun. Laba bersih UNVR sepanjang semester I tahun ini tumbuh 12,56% dari Rp 2,93 triliun menjadi Rp 3,3 triliun.

Andy Ferdinand, Kepala Riset Samuel Sekuritas memproyeksi, pendapatan UNVR tahun ini akan tumbuh 10% dibanding tahun lalu. Hal ini sejalan dengan perbaikan penjualan di industri konsumsi dan pertumbuhan penjualan di semester tahun ini.

Dalam jangka panjang, Andy optimistis UNVR bisa tumbuh dengan inovasi dan strategi bisnisnya. Namun, "Valuasi saham yang relatif tinggi saat ini membatasi potensi upside," kata Andy dalam risetnya.

Reza memperkirakan tahun ini UNVR minimal mampu tumbuh 7%–8% untuk penjualannya dan laba bersih bisa tumbuh 4%–5% dibanding tahun lalu. Lalu sentimen negatif bagi UNVR menurut Reza masih seputar daya beli masyarakat.

Andy merekomendasikan tahan saham UNVR dengan target Rp 45.200. Reza merekomendasikan beli saham UNVR dengan target Rp 48.000.

Jennifer Frederika Yapply, analis BCA Sekuritas merekomendasi tahan saham UNVR dengan target Rp 43.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie