KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor migas asal Jepang, Inpex Masela Ltd., meminta proses perizinan dipangkas dan kewajiban tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dilonggarkan demi menjaga kelayakan ekonomi megaproyek gas di Blok Masela, Maluku. Project Director Inpex Masela, Jarrad Blinco, dalam sidang debottlenecking dunia usaha yang digelar Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) mengungkapkan, proyek LNG senilai US$20,9 miliar atau sekitar Rp351 triliun makin tertekan. Kenaikan biaya akibat inflasi global dan dinamika pasar LNG membuat belanja modal berpotensi membengkak di atas US$20 miliar. Kondisi ini dinilai bisa menggerus kelayakan ekonomi proyek.
Inpex Masela Minta Pemerintah Pangkas Proses Perizinan dan Longgarkan TKDN
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor migas asal Jepang, Inpex Masela Ltd., meminta proses perizinan dipangkas dan kewajiban tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dilonggarkan demi menjaga kelayakan ekonomi megaproyek gas di Blok Masela, Maluku. Project Director Inpex Masela, Jarrad Blinco, dalam sidang debottlenecking dunia usaha yang digelar Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) mengungkapkan, proyek LNG senilai US$20,9 miliar atau sekitar Rp351 triliun makin tertekan. Kenaikan biaya akibat inflasi global dan dinamika pasar LNG membuat belanja modal berpotensi membengkak di atas US$20 miliar. Kondisi ini dinilai bisa menggerus kelayakan ekonomi proyek.