INPP Tebar Dividen Interim Rp 50,32 Miliar, Cek Potensi Yield dan Jadwalnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) kembali membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026. Total dividen yang disiapkan mencapai Rp 50,32 miliar atau setara Rp 4,5 per saham.

Pembagian dividen ini menjadi salah satu bentuk komitmen INPP dalam memberikan nilai tambah secara konsisten kepada pemegang saham, di tengah perusahaan yang terus memperkuat kinerja fundamental dan bisnis berulang.

Periode cum dividend di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi dimulai Kamis (20/8/2026), sedangkan ex dividend berlangsung pada Jumat 21 Agustus 2026. Untuk Pasar Tunai, cum dividend ditetapkan pada Senin 24 Agustus 2026, dengan ex dividend pada Rabu 26 Agustus 2026.


Baca Juga: BEI Rencana Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1, Ini Kata Stockbit

Adapun pemegang saham yang berhak menerima dividen interim adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 24 Agustus 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 10 September 2026.

Keputusan pembagian dividen interim tersebut telah memperoleh persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris pada 7 Agustus 2026. Selanjutnya, dividen interim akan diperhitungkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2026.

Wakil Presiden Direktur dan CFO Paradise Indonesia, Surina, mengatakan pembagian dividen didukung oleh kinerja fundamental INPP yang tetap solid di tengah dinamika industri properti.

Hingga semester I-2026, INPP mencatatkan laba positif sebesar Rp 141,98 miliar. Kinerja tersebut ditopang kontribusi positif dari seluruh lini bisnis, portofolio yang terdiversifikasi, serta pengelolaan aset yang berkelanjutan.

"Keputusan dividen interim ini merupakan bentuk apresiasi kami atas kepercayaan pemegang saham, sekaligus bukti nyata kinerja solid Perseroan," ujar Surina, Jumat (21/8/2026).

Selain mencatat laba positif, INPP juga berhasil menjaga kualitas pendapatan. Hingga semester I-2026, porsi recurring income atau pendapatan berulang mencapai 71%, yang disebut menjadi salah satu level tertinggi di industri properti Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.694 Per Dolar AS Hari Ini (21/8), Won Melonjak

Disiplin pengelolaan keuangan dan efisiensi operasional turut menopang pertumbuhan kinerja. EBITDA INPP tercatat Rp 265,12 miliar, tumbuh 11% secara tahunan (year on year/YoY).

Ke depan, INPP masih akan memperkuat fondasi bisnis, khususnya pada segmen hospitality dan komersial. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengoperasian 23 Semarang Shopping Center pada tahun ini.

Perseroan juga menyiapkan ekspansi proyek komersial 88 Plaza di Balikpapan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

"Ke depan, INPP menargetkan untuk mempertahankan kontribusi recurring income di kisaran 70%," kata Surina.

Konsistensi strategi dan penguatan fundamental bisnis INPP turut mendapat pengakuan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Lembaga pemeringkat tersebut mempertahankan peringkat INPP pada level idA- dengan prospek stabil.

Peringkat tersebut mencerminkan kuatnya kontribusi pendapatan berulang INPP yang didukung posisi pasar yang baik, kualitas aset yang solid, serta kekuatan jaringan dan merek hotel yang dikelola perseroan.

Dengan basis pendapatan berulang yang dominan dan portofolio bisnis yang terdiversifikasi, INPP berupaya membangun bisnis yang lebih resilien sekaligus menjaga ruang pertumbuhan dalam jangka panjang.

Pada Jumat (21/8/2026), saham INPP berada di Rp 725 per saham, turun 0,75% hingga pukul 15.29 WIB. Jika menggunakan acuan harga saham tersebut maka dividen yield 0,62%. 

Baca Juga: Saat Dolar AS Melemah, Euro Menjadi Mata Uang Paling Menjanjikan Berkat Kebijakan ECB

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News