Insentif EV Ditunda, Begini Strategi APM Otomotif Tingkatkan Penjualan di GIIAS 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Insentif kendaraan listrik yang kembali ditunda tak menghalangi para pemegang merek otomotif untuk mengandalkan pameran otomotif GIIAS 2026 dalam meningkatkan penjualan electric vehicle (EV).

Salah satunya Geely Auto Indonesia. Di tengah kepastian insentif yang belum jelas, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia Constantinus Herlijoso menjelaskan, perusahaan memberikan benefit untuk pembelian Geely EX2 berupa free maintenance selama lima tahun.

"Jadi yang kita berikan lebih ke benefit, tapi tidak menyinggung mengenai harga. Jadi sejak awal Geely meluncurkan EX2, kami sudah memberikan insentif atau mengompensasi insentif tersebut kepada pelanggan dari price list yang seharusnya, terlepas pemerintah akan memberi insentif atau tidak," jelasnya kepada Kontan di GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).


Bagaimanapun, Constantinus menyebut, insentif yang masih belum direalisasikan membuat sebagian konsumen membutuhkan waktu lebih lama untuk mengambil keputusan.

Meskipun, ia menilai jika pelanggan sudah merasa harga yang diperoleh cukup ideal, maka pelanggan tak akan menunda keputusan pembelian.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Stimulus EV, Subsidi Mobil Listrik hingga 40%

Secara target, Constantinus bilang Geely tetap menargetkan pertumbuhan surat pemesanan kendaraan (SPK) dalam gelaran GIIAS 2026 ini. Apalagi mengingat model yang dihadirkan Geely di GIIAS 2026 lebih lengkap dibandingkan tahun lalu.

"Tahun ini kami sudah menjual empat model, sehingga tentu saja targetnya pasti naik," ujarnya.

Meskipun tidak memerinci targetnya, Geely berharap dapat mengerek penjualan hingga hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, Wuling Motors juga melihat insentif kendaraan listrik masih menjadi salah satu pertimbangan konsumen. 

Marketing Operation Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan, beberapa konsumen masih menunggu kepastian terkait kebijakan tersebut.

"Insentif ini juga akan mempengaruhi beberapa konsumen yang ingin memiliki kendaraan. Tapi kami kembalikan lagi semuanya kepada konsumen," kata Ricky kepada Kontan ditemui di GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, ia menilai permintaan kendaraan selama beberapa hari pelaksanaan GIIAS masih cukup stabil. 

Baca Juga: Insentif EV Mundur, Industri Otomotif Khawatir Konsumen Tunda Pembelian

Untuk menarik minat konsumen, Wuling mengandalkan sejumlah program, termasuk peluncuran produk baru, kolaborasi dengan karakter Toy Story, serta program pembelian yang memungkinkan konsumen membawa kendaraan pada hari yang sama.

Di sisi lain, Toyota melihat pasar otomotif tahun ini mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya di tengah penundaan insentif.

Public Relations Manager Toyota Astra Motor, Philardi Ogi mengatakan pihaknya masih perlu melihat lebih jauh dampak penundaan insentif terhadap penjualan kendaraan.

"Saya merasa market tahun ini sudah lebih baik dari tahun sebelumnya," ujar Philardi kepada Kontan, di GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).

Terkait insentif, meski belum ada kejelasan, ia yakin pemerintah telah mengupayakan yang terbaik untuk industri. Ia juga berharap arah kebijakan pemerintah ke depannya akan makin mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.

Philardi menambahkan, permintaan kendaraan elektrifikasi maupun ICE milik perusahaan masih menunjukkan tren positif.

Dalam strategi GIIAS 2026, Toyota mengedepankan konsep multi-pathway dengan menghadirkan berbagai pilihan teknologi, mulai dari ICE, hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).

Baca Juga: Aismoli Khawatir Penundaan Insentif EV Tekan Penjualan Motor Listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News