Insentif Kendaraan Listrik 2026 Belum FInal, Ini Harapan DFSK



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Insentif kendaraan listrik tahun 2026 masih berada diambang keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa masih mempertimbangkannya karena akan berdampak pada kondisi fiskal dan potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Chief Executive Officer PT. Sokonindo Automobile atau DFSK, Alexander Barus mengatakan bahwa jika pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif kendaraan listrik, maka sejatinya insentif tersebut diberikan secara langsung.

"Jadi insentif sekarang ini, kalau insentif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) itu kan sulit di dealer. Makin banyak dia jual, nanti insentif PPN 10% itu makin banyak restitusi nanti," ujar Alexander Barus di Acara Media Iftar In Ramadhan bersama DFSK di Cipete, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026).


Baca Juga: Lintasarta Perluas Jaringan di Palapa Ring Timur, Dorong Pemerataan Akses Digital

Alex menuturkan bahwa saat ini DFSK sudah tidak mengimpor CBU (Completely Built-Up). Jika masih mengikuti aturan yang lama, maka insentif tersebut tidak berpengaruh apa pun kepada perusahaan.

"Jadi saran kami kalaupun nanti ini ada insentif, ya insentif sebaiknya langsung," kata Alex.

Jika pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengabulkan adanya insentif kendaraan listrik, maka sebaiknya diberikan langsung kepada pihak perusahaan.

"Katakanlah mobil listrik Rp10, customer beli keluarkan Rp9. Nanti dealer tagih Rp1 ke pemerintah. Seperti itu, jadi langsung. Jadi enggak lagi lewat pajak yang ditanggung pemerintah, ini kan jadi dua kali kerja kita," ucapnya.

Sementara, Director of Sales Center PT. Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin tidak berharap banyak dengan adanya insentif dari pemerintah. Karena insentif tersebut hanya menguntungkan dealer saja.

"Jadi sebenarnya kalau dibilang tergantung insentif pemerintah nanti keluar atau enggak, ya kalau keluar terima kasih, berarti ada keuntungan lebih bagi dealer kami," ucap Cing Hok Rifin di lokasi yang sama.

Cing Hok Rifin menyebut bahwa saat ini DFSK lebih memilih menjemput bola kepada setiap perusahaan.

"Tapi kalau enggak keluar juga kami enggak mau menunggu. Jadi kami akan 'jemput bola' ke perusahaan-perusahaan tadi, teman-teman dealer juga," ungkapnya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Akui Ketahanan Bahan Bakar PLTU 6 Hari Masuk Skala Tidak Aman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News