Insentif PPN Mobil Listrik Berlanjut, Begini Respons Hyundai dan Wuling Motors



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah agen pemegang merek (APM) otomotif memberi respons atas kepastian berlanjutnya kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) mobil listrik pada 2024.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 8 Tahun 2024, pemerintah memotong PPN mobil listrik sebanyak 10% dari 11% menjadi hanya 1% dari total harga jual kendaraan tersebut.

Mobil listrik yang berhak memperoleh insentif PPN harus diproduksi langsung di Indonesia dengan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40%.


Baca Juga: Guyuran Insentif Fiskal Dinilai Berdampak Mini Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Franciscus Soerjopranoto menyebut, pihaknya mendukung kebijakan insentif PPN 1% yang dilanjutkan pemerintah tahun ini.

"Kami berkeyakinan penjualan mobil listrik akan lebih besar pada masa mendatang," imbuh dia, Rabu (21/2).

Asal tahu saja, Ioniq 5 mampu terjual lebih dari 7.000 unit sepanjang 2023 berkat adanya insentif PPN. Kebijakan tersebut membuat harga Ioniq 5 kini berkurang menjadi Rp 703,8 juta sampai Rp 805,5 juta.

Sales and Marketing Director Wuling Motors Dian Asmahani menyampaikan, insentif PPN 1% akan menguntungkan konsumen untuk berpindah ke mobil listrik demi menunjang mobilitas sehari-hari.

Wuling kini fokus menggencarkan pemasaran mobil listriknya seperti Air ev dan model terbaru BinguoEV.

Baca Juga: Pasar Mobil Listrik Dalam Negeri Bakal Semakin Bergairah, Ini Faktor Pendorongnya

"Seiring dengan berlanjutnya kebijakan pemerintah, kami berharap makin banyak masyarakat yang tertarik dengan mobil listrik Wuling," tutur Dian, Rabu (21/2).

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Air ev mampu terjual secara wholesales sebanyak 5.575 unit pada 2023. Kini, harga Air ev diestimasikan mulai dari Rp 190 juta sampai Rp Rp 275 juta setelah dipotong insentif PPN.

Adapun harga BinguoEV setelah insentif PPN diperkirakan mulai Rp 317 jutaan sampai Rp 372 jutaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli