Insinyur Google Didakwa Manipulasi Taruhan Polymarket, Raup Untung US$1,2 Juta



KONTAN.CO.ID - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mendakwa seorang insinyur perangkat lunak Google atas dugaan perdagangan berbasis informasi orang dalam (insider trading) di platform prediksi Polymarket.

Jaksa menuduh Michele Spagnuolo, warga negara Italia berusia 36 tahun, menggunakan data internal Google untuk memasang taruhan terkait daftar pencarian terpopuler Google dan meraup keuntungan sekitar US$ 1,2 juta.

Baca Juga: Bank Sentral Korea Pertahankan Suku Bunga 2,50%, Waspadai Dampak Perang Iran


Dalam dokumen dakwaan yang dibuka pada Rabu (27/5/2026), Spagnuolo diduga memanfaatkan informasi rahasia mengenai daftar “most-searched” Google sebelum data tersebut dipublikasikan ke publik.

Salah satu taruhan yang menjadi sorotan adalah prediksinya terhadap musisi indie pop D4vd sebagai sosok paling banyak dicari di Google pada 2025.

Saat taruhan dipasang pada November 2025, pasar Polymarket hampir tidak memberikan peluang terhadap hasil tersebut.

Menurut jaksa, Spagnuolo mengetahui potensi lonjakan pencarian terhadap D4vd melalui akses internal Google setelah musisi tersebut terseret kasus pembunuhan remaja perempuan.

Baca Juga: Pejabat The Fed Wanti-wanti Risiko Inflasi dari Konflik Timur Tengah

Selain itu, ia juga disebut memasang taruhan terkait rapper Kendrick Lamar menggunakan data pencarian internal Google yang belum dipublikasikan.

Spagnuolo diduga menggunakan akun bernama “AlphaRaccoon” untuk melakukan serangkaian transaksi taruhan di Polymarket antara Oktober hingga Desember 2025.

Jaksa Manhattan Jay Clayton menegaskan, pemerintah AS akan menindak praktik penyalahgunaan informasi rahasia perusahaan demi keuntungan pribadi di pasar prediksi.

“Insider trading merusak integritas pasar, dan masyarakat Amerika ingin praktik yang didorong keserakahan seperti ini diselidiki dan dituntut,” ujar Clayton.

Google menyatakan pihaknya bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan menegaskan penggunaan informasi rahasia perusahaan untuk bertaruh merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan internal perusahaan. Spagnuolo kini telah dinonaktifkan sementara dari pekerjaannya.

Baca Juga: Trump Tak Peduli Pemilu Sela AS, Yakin Bisa Tekan Iran Lebih Lama

Sementara itu, Polymarket menyebut telah membantu proses investigasi aparat hukum. Platform tersebut mengklaim menjadi platform prediksi pertama yang bekerja sama hingga menghasilkan dakwaan insider trading di Amerika Serikat.

Kasus ini menambah sorotan terhadap praktik insider trading di pasar prediksi. Sebelumnya, jaksa federal AS juga mendakwa seorang tentara Angkatan Darat AS karena menggunakan informasi rahasia untuk memasang taruhan terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Polymarket.