SURABAYA. Sebanyak 750.000 pekerja bangunan akan disertifikasi oleh pemerintah hingga 2019 mendatang. Sertifikasi dianggap penting agar tukang bangunan juga bisa bersaing dengan tukang bangunan dari luar negeri di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah IV Surabaya, Indro Pantja Pramodo mengatakan, para tukang bangunan itu terdiri dari tenaga ahli dan terampil, operator alat berat, juru ukur, dan juru gambar. "Dari jumlah itu, targetnya bisa mensertifikasi 50.000 insinyur, 200.000 teknisi, dan 500.000 tenaga terampil," ungkapnya setelah membuka acara sertifikasi tukang bangunan di Surabaya, Kamis (27/10).
Insinyur sampai tukang bangunan akan disertifikasi
SURABAYA. Sebanyak 750.000 pekerja bangunan akan disertifikasi oleh pemerintah hingga 2019 mendatang. Sertifikasi dianggap penting agar tukang bangunan juga bisa bersaing dengan tukang bangunan dari luar negeri di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah IV Surabaya, Indro Pantja Pramodo mengatakan, para tukang bangunan itu terdiri dari tenaga ahli dan terampil, operator alat berat, juru ukur, dan juru gambar. "Dari jumlah itu, targetnya bisa mensertifikasi 50.000 insinyur, 200.000 teknisi, dan 500.000 tenaga terampil," ungkapnya setelah membuka acara sertifikasi tukang bangunan di Surabaya, Kamis (27/10).