KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pengamat asuransi syariah memandang industri akan semakin mengandalkan instrumen pendapatan tetap di tengah tekanan hasil investasi akibat pelemahan pasar keuangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi asuransi syariah terkoreksi dalam dari yang sebelumnya Rp2,2 triliun per Mei 2025 menjadi Rp177,13 miliar pada Mei 2026. Pengamat asuransi syariah Wahyudin Rahman menjelaskan bahwa koreksi yang terjadi disebabkan pelemahan pasar keuangan dan tingginya volatilitas pasar sehingga perusahaan lebih berhati-hati dalam penempatan investasi.
Instrumen Pendapatan Tetap Jadi Andalan saat Investasi Asuransi Syariah Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pengamat asuransi syariah memandang industri akan semakin mengandalkan instrumen pendapatan tetap di tengah tekanan hasil investasi akibat pelemahan pasar keuangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi asuransi syariah terkoreksi dalam dari yang sebelumnya Rp2,2 triliun per Mei 2025 menjadi Rp177,13 miliar pada Mei 2026. Pengamat asuransi syariah Wahyudin Rahman menjelaskan bahwa koreksi yang terjadi disebabkan pelemahan pasar keuangan dan tingginya volatilitas pasar sehingga perusahaan lebih berhati-hati dalam penempatan investasi.