KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan moneter untuk memperkuat dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, salah satunya dengan optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di tengah ketidakpastian global. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, hingga 21 April 2026, posisi SRBI tercatat sebesar Rp 885,41 triliun. Dari jumlah tersebut, kepemilikan investor nonresiden mencapai Rp165,98 triliun atau setara 18,75% dari total outstanding. Tingginya porsi kepemilikan asing ini mencerminkan kuatnya minat investor global terhadap instrumen moneter domestik.
Instrumen SRBI Tembus Rp 885,41 Triliun, Investor Asing Kuasai 18,75%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan moneter untuk memperkuat dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, salah satunya dengan optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di tengah ketidakpastian global. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, hingga 21 April 2026, posisi SRBI tercatat sebesar Rp 885,41 triliun. Dari jumlah tersebut, kepemilikan investor nonresiden mencapai Rp165,98 triliun atau setara 18,75% dari total outstanding. Tingginya porsi kepemilikan asing ini mencerminkan kuatnya minat investor global terhadap instrumen moneter domestik.
TAG: