Integra Indocabinet (WOOD) dapat untung dari perang dagang AS-China



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mengambil peluang di tengah perang dagang Amerika Serikat dengan China. Perusahaan yang bergerak di bisnis penjualan furnitur ini bisa kebanjiran orderan akibat konflik dagang dari dua negara ini.

WOOD pun berpotensi mengerek kuota ekspor furnitur ke Amerika Serikat sekitar 50%. “Pasar furnitur Amerika bertumbuh sejak tahun 2010 dan China sebagai pemasok terbesar dengan kontribusi 55%, Vietnam 16%. Indonesia hanya 3% dan potensi ini yang dilihat,” ujar Direktur Keuangan Integra Indocabinet, Wang Sutrisno kepada KONTAN, Jumat (12/10).

Sekedar informasi saja, perdagangan furnitur Indonesia-AS terus meningkat. Pertumbuhan diperkirakan akan terus konstan hingga tahun 2025.


Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, Billy Anugrah menjelaskan, hingga bulan Juni 2018, nilai ekspor produk furnitur Indonesia ke AS tercatat sebesar US$ 480 juta. Nilai ini naik 13,67% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017.

Oleh karena itu, Wang bilang penguatan daya saing akan produk ekspor harus dilakukan dan ditingkatkan.   Tidak hanya menjaga daya saing produknya, Wang menyebut untuk saat ini, perusahaan mebel ini memanfaatkan kapasitas furnitur yang masih tersisa untuk mengambil peluang perang dagang Amerika Serikat dengan China.

"Sampai tahun 2017, kapasitas terpasang untuk furnitur adalah 38,000m³ dan dan 35.000 m³ untuk furnitur kayu,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Narita Indrastiti