KONTAN.CO.ID - Raksasa semikonduktor Intel berhasil mengamankan Tesla sebagai pelanggan besar pertama untuk teknologi manufaktur chip generasi terbarunya, 14A. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Intel dalam mengembangkan bisnis foundry yang selama ini tertinggal dari pesaing utama. Melansir
Reuters Kamis (23/4/2026), CEO Tesla Elon Musk mengungkapkan bahwa perusahaannya berencana menggunakan proses 14A milik Intel untuk memproduksi chip dalam proyek ambisius Terafab, kompleks chip AI canggih yang direncanakan dibangun di Austin, Texas.
Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Kamis (23/4) Pagi, Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen Kontrak ini menjadi terobosan bagi Intel, yang tengah berupaya memperkuat bisnis manufaktur chip kontrak untuk menyaingi dominasi TSMC. Sebelumnya, CEO Intel Lip-Bu Tan bahkan menyatakan bahwa perusahaan dapat keluar dari bisnis manufaktur chip jika gagal mendapatkan pelanggan eksternal. Meski Intel sebelumnya telah mengungkapkan tengah berdiskusi dengan sejumlah calon klien besar untuk teknologi 14A, Tesla menjadi pelanggan besar pertama yang terungkap secara publik. Saham Intel pun merespons positif kabar ini, dengan kenaikan sekitar 3,6% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Baca Juga: Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi 1,5 Pekan, Konflik Iran-AS Tekan Sentimen Intel diketahui telah bergabung dalam proyek Terafab bersama SpaceX dan Tesla untuk mengembangkan prosesor yang akan mendukung ambisi Musk di bidang robotika dan pusat data. Namun, proyek Terafab sendiri masih menyisakan banyak tanda tanya, mulai dari sumber pendanaan, operator fasilitas, hingga jadwal operasionalnya. Musk sebelumnya menyebut proyek ini akan mencakup dua pabrik chip besar, satu untuk kendaraan dan robot humanoid, serta satu lagi untuk pusat data luar angkasa. Ia juga menargetkan kapasitas komputasi hingga satu terawatt per tahun, jauh di atas kapasitas saat ini di AS yang sekitar setengah terawatt. Berdasarkan estimasi Bernstein, pembangunan kapasitas tersebut dapat menelan investasi antara US$5 triliun hingga US$13 triliun. Bagi investor Intel, masuknya Tesla sebagai pelanggan dinilai sebagai sinyal positif. Musk menyebut teknologi 14A akan mencapai tahap matang saat Terafab mulai beroperasi dalam skala besar, sekaligus menegaskan hubungan yang kuat antara kedua perusahaan.
Baca Juga: Laba SK Hynix Melonjak 5 Kali Lipat, Tembus Rekor Berkat Booming AI Analis dari Creative Strategies Ben Bajarin menilai, kehadiran Tesla sebagai mitra desain awal akan membantu Intel menyempurnakan teknologi manufakturnya di level terdepan. Sementara itu, analis Seaport Research Partners, Jay Goldberg, menegaskan bahwa keberadaan pelanggan nyata lebih penting dibandingkan kepastian waktu proyek. Meski volume produksi chip untuk Tesla belum akan menyaingi pemain besar seperti Apple atau Nvidia, kontrak ini tetap dinilai signifikan karena membuka peluang volume produksi riil bagi Intel di masa depan.