Inteligen AS sebut Kim Jong Un dalam bahaya besar pasca operasi



KONTAN.CO.ID -  PYONGYANG. Inteligen Amerika Serikat (AS) menginformasikan bahwa kondisi pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dalam bahaya besar setelah menjalani operasi.

Hal itu dikatakan seorang pejabat AS yang mendapat informasi dari orang yang mengetahui langsung kondisi orang nomor satu di negerai komunis tersebut.

Mengutip CNN, Selasa (21/4),  sumber kedua yang akrab dengan inteligen mengatakan bahwa AS terus memonitor laporan mengenai kesehatan Kim Jong Un.


Baca Juga: Kim Jong Un dikabarkan sakit parah dan dalam bahaya besar, banyak yang meragukan

Spekulasi mengenai kondisi kesehatan Kim Jong Un muncul usai diktator muda tersebut melewatkan perayaan ulang tahun kakeknya pada 15 April.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN pada hari Senin bahwa kekhawatiran mengenai kesehatan Kim Jong Un dapat dipercaya, namun mengenai tingkat keparahan-nya sulit diprediksi.

Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien mengatakan AS tengah mengawasi laporan mengenai kesehatan Kim. "Kami memantau laporan-laporan itu dengan sangat cermat,"kata O'Brien saat wawancara dengan Fox News, Selasa.

"Seperti yang Anda tahu, Korea Utara adalah masyarakat yang sangat tertutup," lanjutnya.

Daily NK, surat kabar online yang berbasis di Korea Selatan, yang fokus pada pemberitaan kondisi di Korea Utara melaporkan bahwa Kim Jong Un dilaporkan menerima prosedur sistem kardiovaskular pada 12 April.

Baca Juga: Kim Jong Un tengah dirawat di sebuah vila, sakit apa?

Ia menerima proses itu karena Kim disebut merokok secara berlebihan, obesitas dan terlalu banyak bekerja.

Surat kabar itu juga mengatakan, saat ini kondisi Kim telah mulai membaik. Sebagian besar tim medis yang merawatnya telah kembali ke Pyongyang pada 19 April dan tinggal sebagian dari mereka yang mengawasi pemulihan sang pemimpin.

Editor: Noverius Laoli