Internet bikin sepatu Wondershoe kian populer (2)



Menjadi pengusaha tidak pernah terpikir di benak Natalia Krisna Arini (31). Apalagi latar belakang keluarganya tidak ada yang terjun ke dunia bisnis. Namun, berkat dorongan sang ayah, perempuan yang akrab disapa Arin ini sukses membesarkan usaha sepatu trepes.Sang ayah rupanya terinspirasi dari mantan bosnya yang memutuskan pensiun dini untuk membangun bisnis distributor outlet (distro) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.Lantas, Arin pun dimotivasi untuk mengikuti jejak mantan bos ayahnya. Bahkan sang ayah berniat memodali Arin. “Awalnya aku menolak karena tidak punya latar belakang bisnis dan di keluarga juga tidak ada yang pebisnis,” ujar lulusan jurusan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Atmajaya ini. Apalagi waktu itu, Arin tengah bekerja sebagai Subtitle Editor di salah satu production house di Jakarta.Namun, cerita tidak berhenti di situ. Setelah setahun bekerja, Arin merasa bosan menjadi karyawan. Akhirnya, ia menyambut tawaran dari sang ayah untuk berbisnis pada 2006. Arin merintis merek kaos dan tas pria Wonders. Namun sayang, Wonders tidak berjalan dengan baik sehingga ditutup pada 2007.Setelah menutup bisnis Wonders, Arin tidak patah arang. Ia kemudian merintis bisnis baru, yakni sepatu trepes di bawah bendera Wondershoe pada 2007. Sang ayah merogoh kocek Rp 20 juta untuk memodali bisnis Arin. “Modal itu sepenuhnya saya pakai untuk produksi sepatu sebanyak 300 pasang secara bertahap,” tuturnya.Arin pun menemui perajin sepatu di Bandung, Jawa Barat. Menurut pengalaman suaminya yang juga pengusaha sepatu, sepatu perajin Bandung lebih artistik, cantik dan rapih. Selain itu, orang-orangnya pun lebih jujur dalam berbisnis. Meski tidak pintar menggambar, semua desain Wondershoe merupakan karya Arin. Biasanya ia mendapat inspirasi dari model sepatu trepes yang pernah ia lihat di mal atau internet. Kemudian, Arin meminta perajinnya membuatkan sepatu seperti desain yang ia inginkan. “Gambar saya sudah pasti tidak seperti desainer, malah seperti gambar anak TK tapi untungnya perajin sudah mengerti desain apa yang saya suka,” katanya sambil tertawa.Ketika tren ngeblog ramai di kalangan anak muda di Indonesia, Arin tidak mau ketinggalan. Sejak 2008, ia memasarkan sepatu melalui blog. “Dulu bisa dibilang Wondershoe satu-satunya blog yang berjualan sepatu,” klaim Arin.Benar saja, berkat penjualan online, sepatu buatannya laris manis. Ia pun semakin serius mengembangkan Wondershoe dengan mendirikan situs toko online www.wondershoe.com pada 2009.Untuk mempopulerkan brand Wondershoe, ia juga  menggaet blogger terkenal Diana Rika Sari. Ia meminta Diana membuatkan logo Wondershoe dan memajang beberapa sepatu Wondershoe di blog-nya. “Dari blog Diana, semakin banyak orang tahu,” kata dia. (Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News