BANGKOK. Setelah sempat keok kemarin, kali ini, mata uang won Korea Selatan (Korsel) dan ringgit Malaysia memimpin penguatan mata uang Asia. Hal ini disebabkan adanya spekulasi bahwa bank sentral kedua negara itu akan melakukan intervensi untuk mengerem melemahnya mata uang miliknya seiring dengan terjadinya resesi global. Mata uang won mengalami kenaikan dari angka terendahnya dalam 11 tahun terakhir setelah pejabat kementerian keuangan setempat mengumumkan pihaknya akan berupaya sekeras mungkin untuk menstabilkan pasar mata uangnya. Sementara itu, mata uang dolar Taiwan juga mengalami penguatan untuk pertama kalinya dalam empat hari setelah bank sentral Taiwan mengatakan akan menjaga nilai tukar dolar Taiwan pada posisi yang stabil.
Intervensi Bank Sentral Menguatkan Posisi Mata Uang Asia Terhadap Dolar Hari Ini
BANGKOK. Setelah sempat keok kemarin, kali ini, mata uang won Korea Selatan (Korsel) dan ringgit Malaysia memimpin penguatan mata uang Asia. Hal ini disebabkan adanya spekulasi bahwa bank sentral kedua negara itu akan melakukan intervensi untuk mengerem melemahnya mata uang miliknya seiring dengan terjadinya resesi global. Mata uang won mengalami kenaikan dari angka terendahnya dalam 11 tahun terakhir setelah pejabat kementerian keuangan setempat mengumumkan pihaknya akan berupaya sekeras mungkin untuk menstabilkan pasar mata uangnya. Sementara itu, mata uang dolar Taiwan juga mengalami penguatan untuk pertama kalinya dalam empat hari setelah bank sentral Taiwan mengatakan akan menjaga nilai tukar dolar Taiwan pada posisi yang stabil.