KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog menargetkan produksi 300.000 ton beras komersial atau premium hingga Desember 2026 untuk merespons kenaikan harga beras. Namun, tambahan pasokan tersebut dinilai belum cukup untuk menekan harga beras secara nasional karena volumenya relatif kecil dibandingkan konsumsi bulanan. Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menilai tambahan pasokan tersebut memiliki dampak terbatas karena volumenya kurang dari 5% dari konsumsi beras bulanan. Menurutnya, intervensi itu lebih tepat untuk menstabilkan harga beras premium di kota-kota besar dan jaringan ritel modern. “Target 300.000 ton beras komersial atau premium Bulog hingga Desember itu hanya langkah tambahan yang tepat untuk segmen premium, terutama di kota,” ujar Eliza kepada Kontan, Senin (12/10/2026).
Intervensi Beras Premium Bulog, CORE: Tak Cukup Tekan Harga Beras Nasional
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog menargetkan produksi 300.000 ton beras komersial atau premium hingga Desember 2026 untuk merespons kenaikan harga beras. Namun, tambahan pasokan tersebut dinilai belum cukup untuk menekan harga beras secara nasional karena volumenya relatif kecil dibandingkan konsumsi bulanan. Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menilai tambahan pasokan tersebut memiliki dampak terbatas karena volumenya kurang dari 5% dari konsumsi beras bulanan. Menurutnya, intervensi itu lebih tepat untuk menstabilkan harga beras premium di kota-kota besar dan jaringan ritel modern. “Target 300.000 ton beras komersial atau premium Bulog hingga Desember itu hanya langkah tambahan yang tepat untuk segmen premium, terutama di kota,” ujar Eliza kepada Kontan, Senin (12/10/2026).
TAG: