KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Institute for Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) menilai langkah intervensi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah mulai kehilangan efektivitas di tengah tekanan global dan domestik yang terus membesar. Kondisi tersebut tercermin dari tembusnya nilai tukar rupiah ke level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Mei 2026. Dalam laporan terbarunya, ISEAI menyebut BI sebenarnya telah melakukan berbagai upaya stabilisasi, mulai dari intervensi pasar valuta asing, transaksi Non-Delivery Forward (NDF), penarikan modal asing melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Namun, sederet kebijakan tersebut dinilai belum mampu meredam tekanan pasar.
Intervensi BI Dinilai Kehabisan Tenaga Hadapi Pelemahan Rupiah
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Institute for Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) menilai langkah intervensi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah mulai kehilangan efektivitas di tengah tekanan global dan domestik yang terus membesar. Kondisi tersebut tercermin dari tembusnya nilai tukar rupiah ke level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Mei 2026. Dalam laporan terbarunya, ISEAI menyebut BI sebenarnya telah melakukan berbagai upaya stabilisasi, mulai dari intervensi pasar valuta asing, transaksi Non-Delivery Forward (NDF), penarikan modal asing melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Namun, sederet kebijakan tersebut dinilai belum mampu meredam tekanan pasar.