Intervensi Danantara Dinilai Bisa Perburuk Penilaian MSCI terhadap Bursa RI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Intervensi pemerintah lewat Danantara bisa memperburuk penilaian MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

Asal tahu saja, MSCI mengumumkan keputusan untuk menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar modal Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks akan menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan berpotensi menghambat arus dana investor asing. 

Dalam pengumumannya, MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).


Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard. Hal ini diterapkan untuk memitigasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas

Baca Juga: Iman Rachman Mundur dari Jabatan Dirut, BEI Segera Urus Pengganti

“Sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan peningkatan transparansi yang lebih bermakna,” tulis pengumuman MSCI yang dirilis pada Selasa (27/1) malam. 

Dua hari pasca pengumuman MSCI, IHSG mendapatkan tekanan aksi jual. Dalam dua hari beruntun, IHSG anjlok hingga trading halt.  

Trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1/2026) terjadi trading halt pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) pasca pengumuman MSCI. 

Kemudian trading halt kedua terjadi pada Kamis (29/1/2026) pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) dan dibuka kembali pada pada pukul 09:56:01 waktu JATS

Hari ini (30/1), Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Iman bilang, pengunduran dirinya itu merupakan bentuk pertanggungjawaban atas tekanan yang terjadi dalam dua hari terakhir.  

Baca Juga: Cek Proyeksi IHSG Pasca Pengunduran Diri Dirut BEI Iman Rachman

“Sebagai bentuk tanggung jawab apa yang terjadi dua hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama BEI,” kata Iman di press room BEI, Jumat (30/1/2026). 

Padahal, SRO dijadwalkan untuk bertemu dengan MSCI pad Senin (2/2) depan. Hingga saat ini, belum diumumkan siapa pelaksana tugas yang mengisi jabatan Iman, maupun siapa pihak yang akan berdiskusi dengan MSCI besok Senin.

Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat melihat, intervensi pemerintah lewat Danantara bisa menjadi sentimen buruk untuk bursa RI. MSCI dinilai tak suka ada entitas politik yang intervensi di pasar saham.

Sebab, self regulatory organization (SRO) seharusnya independen, tanpa adanya intervensi. Jika Danantara ikut dalam pengelolaan BEI, artinya ada lebih banyak pihak yang ikut campur di pasar saham RI.

Baca Juga: Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Simak Proyeksi Arah Pergerakan IHSG

“Sekarang ini biarkan BEI, OJK, KSEI, dan KPEI untuk bertemu MSCI Senin besok. Jika hasilnya bagus, ya bagus. Danantara sebaiknya jangan masuk dulu, karena intervensi politik membuat pasar tidak bebas,” katanya kepada Kontan, Jumat (30/1).

Di sisi lain, Teguh melihat pengunduran diri Iman dari jabatannya sebagai Dirut BEI merupakan langkah serius dari Bursa untuk menanggapi masalah MSCI.

“Ini satu-satunya keseriusan BEI. Namun, harus ditunggu juga hasil pertemuan dengan MSCI Senin nanti,” paparnya.

Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengapresiasi integritas Iman yang mundur dari jabatannya.

Meskipun, masalah MSCI bukan kesalahan pribadi Iman, tetapi timnya bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan mungkin juga dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Jarang-jarang yang seperti ini terjadi,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (30/1).

Baca Juga: BREAKING NEWS! Iman Rachman Mengundurkan Diri dari Jabatan Dirut BEI

Budi melihat, efek dari pengunduran diri Dirut BEI tidak akan mengoreksi IHSG semakin dalam. Sebab, periode direksi BEI pun hanya tersisa sekitar 4-5 bulan.

“Diharapkan (pertemuan SRO dengan MSCI Senin depan) bisa (memulihkan sentimen positif untuk Bursa RI), karena ini merupakan kerja bersama banyak pihak,” katanya.

Selanjutnya: Purna Tugas PNS: 30 Ucapan Haru & Bermakna, Siapkan yang Terbaik!

Menarik Dibaca: Dirut BEI Mudur Terimbas Sentimen MSCI dan Net Sell Asing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News