Intiland Akan Bangun 22 Hotel Lagi



JAKARTA. PT Intiland Development Tbk kian mengukuhkan lini bisnis perhotelan. Melalui anak usahanya, PT Intiwhiz International, emiten berkode saham DILD ini akan menambah empat hotel lagi hingga pengujung 2013.

Intiwhiz merupakan operator hotel Whiz dan Grand Whiz. Ndang Mulyadi Direktur Operasional Intiwhiz International mengatakan, tahun ini akan ada empat hotel baru. Keempat hotel itu adalah Grand Whiz Nusa Dua Bali,Hotel Whiz Cikini, Jakarta Pusat, Whiz Balikpapan, dan Whiz Kelapa Gading Jakarta Utara.

Rencananya, Grand Whiz di Bali bakal beroperasi pada Juli 2013 mendatang. Sedangkan tiga hotel baru lainnya akan buka pada akhir tahun. Asal tahu saja, Whiz merupakan jenis hotel budget. Sementara Grand Whiz termasuk hotel kelas bintang tiga.


Hingga kini, Intiland telah mengoperasikan empat hotel. Di Yogyakarta dan Semarang, masing-masing ada satu Hotel Whiz. Dua hotel lainnya merupakan Hotel Grand Whiz yang berlokasi di Kuta, Bali dan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jika target tidak meleset, sampai akhir Desember 2013, Intiland akan memiliki delapan hotel. Ndang mengklaim, empat hotel yang sudah beroperasi memiliki tingkat okupansi rata-rata 60% hingga 85%.

"Bahkan, tingkat okupansi hotel di Yogyakarta bisa 100% selama akhir pekan dan liburan," kata dia kepada KONTAN, Minggu (23/6). Ekspansi ini tidak berhenti sampai di sini.

Intiland, juga telah menyiapkan lokasi untuk 22 hotel berikutnya. Saat ini, manajemen DILD masih mengurus proses perizinan dan disain hotel-hotel tersebut.

Proses pembangunan masing-masing hotel itu diperkirakan bakal memakan waktu sekitar satu tahun. Beberapa lokasi yang telah dipilih antara lain Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Bandung.

Selain itu Surabaya, Malang, dan beberapa daerah di luar Pulau Jawa juga menjadi sasaran Intiland. Biaya investasi untuk pembangunan masing-masing hotel Whiz berkisar Rp 40 miliar-Rp 50 miliar. Sedangkan Grand Whiz Rp 60 miliar-Rp 70 miliar.

Intiland akan menggandeng investor untuk pembangunan hotel-hotel baru itu. Pengembang properti ini memang mengincar kenaikan pendapatan berulang (recurring income). Targetnya, pendapatan berulang DILD pada 2018 mendatng bisa mencapai Rp 500 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Amailia Putri