Intiland beli lahan 800 ha Rp 1 triliun di Jatim



MOJOKERTO. PT Intiland Development Tbk kian serius memperluas cakupan bisnis kawasan industri di wilayah Jawa Timur. Emiten berkode saham DILD ini berencana mengakuisisi lahan seluas 800 hektare (ha) di Jombang dan Demak, Jawa Timur (Jatim), untuk dijadikan kawasan industri. 

Wihardi Hosen, Direktur PT Intiland Sejahtera Ngoro Industrial Park menuturkan, pihaknya menganggarkan belanja modal Rp 1 triliun untuk merealisasikan pembangunan kawasan industri di dua daerah tersebut. 

Dana tersebut akan diambil dari kas internal perusahaan. "Saat ini, kami sedang melakukan pembebasan lahan dan ditargetkan sudah siap dibangun pada kuartal III tahun depan," kata Wihardi di Mojokerto, beberapa hari lalu. 


Ekspansi ini, jika lancar dilakukan, merupakan kelanjutan dari proyek pengembangan kawasan industri DILD di Jatim. Sebelumnya, DILD sudah menggarap kawasan industri bernama Ngoro Industrial Park (NIP) di Mojokerto. 

Permintaan atas lahan industri di NIP dinilai DILD lumayan tinggi. Hal ini terlihat dari keberhasilan DILD yang telah menjual 400 ha dari total 500 ha lahan industri NIP. Dengan demikian, tingkat okupansi kawasan industri NIP sudah mencapai 80%. 

Wihardi bilang, permintaan lahan industri di Jatim dan Jawa Tengah diprediksi bakal terus melonjak. Tahun lalu, rata-rata permintaan lahan industri di dua provinsi itu mencapai 10 ha-15 per bulan. 

Tingkat permintaan itu sudah naik menjadi 20 ha-25 ha per bulan di tahun ini. "Tren meningkatnya permintaan inilah yang mendorong kami untuk menggarap kawasan industri di Jombang dan Demak," terang Wihardi. 

Kawasan industri merupakan salah satu bisnis yang fokus digarap DILD di kawasan Jatim. DILD juga menggarap proyek perkantoran strata title di Surabaya. DILD mengklaim sudah berhasil menjual 60 unit kantor atau seluas 7.971 meter persegi pada proyek Spazio Tower.

Sinarto Dharmawan, Wakil Direktur Utama Intiland mengatakan, ruang kantor tersebut dijual dengan harga rata-rata Rp 32 juta per meter persegi. Dengan demikian, Intiland meraup Rp 255,07 miliar dari penjualan 60 unit ruang kantor di Spazio Tower.

"Kami akan lanjutkan penjualan secara bertahap sesuai dengan progress pembangunan proyeknya," kata Sinarto. Sebelumnya, Intiland sudah menyelesaikan proyek ruang perkantoran Spazio tahap I yang sudah terjual seluruhnya senilai Rp 450 miliar. 

Selain dua proyek itu, Intiland juga sedang menggarap superblok Praxis. Proyek ini dirancang sebagai kawasan terpadu yang terintegrasi dengan Gedung Intiland Tower Surabaya.

Praxis meliputi apartemen, perkantoran, ritel, hotel dan fasilitas hiburan. Sejak awal tahun hingga akhir kuartal III 2014, Intiland berhasil menjual 190 unit dari 302 unit apartemen di Praxis dengan harga jual rata-rata Rp 30 juta-Rp 33 juta per meter persegi.

Intiland juga sudah memasarkan ruang kantor sebanyak 42 unit dari total 118 unit di proyek Praxis. Harga jual rata-rata ruang kantor Praxis berkisar Rp 38 juta-Rp 41 juta per meter persegi.

Proyek-proyek properti perkantoran dan kawasan industri di Jatim, secara total, memberikan kontribusi pendapatan senilai Rp 648,8 miliar di Januari-September tahun ini. Jumlah ini sekitar 50% dari total pendapatan usaha Intiland di sembilan bulan pertama tahun ini yang tercatat Rp 1,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan