Intiland garap proyek reklamasi pantai



JAKARTA. PT Intiland Development Tbk (DILD) berencana melanjutkan proyek reklamasi pantai Utara Jakarta dengan luas 63 hektare (ha). Sebelumnya, pengembang ini sudah mereklamasi seluas 100 ha lahan.

Suhendro Prabowo, Chief Operating Officer Intiland Development menuturkan pihaknya ingin melanjutkan proyek reklamasi berlabel Pantai Mutiara. "Pengembangan Pantai Mutiara merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya uang sudah kami kembangkan seluas 100 ha. Sisa 63 ha lagi merupakan bagian dari proyek reklamasi Giant Sea Wall (tanggul laut raksasa) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dengan total luas reklamasi 5.100 ha," ujar Suhendro Senin (18/8).

Untuk melaksanakan proyek ini, Intiland sudah mengantongi perpanjangan izin pembangunan dan pengembanga Pantai Mutiara dari Pemprov DKI Jakarta sejak tahun lalu. Selain itu juga sudah punya izin analisa dampak lingkungan (amdal) dari instansi terkait.


Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan Intiland bilang, bila tidak ada rintangan, maka target pengerjaan proyek tersebut bisa dikerjakan kuartal III 2015. Dana yang disiapkan untuk proses reklamasi saja sekitar Rp 7,5 triliun. 

Sedangkan untuk total nilai investasi ekspansi Pantai Mutiara, pihak Intiland mengaku  masih menghitung. Yang jelas tambahan lahan seluas 63 hektare tersebut nantinya bakal menjadi pusat pengembangan bisnis proyek  properti Intiland dalam tempo sepuluh tahun ke depan.

Seperti proyek residensial berupa hunian tapak atau hunian jangkung. Tak lupa ada juga proyek komersial, seperti perkantoran, area komersial dan yang lainnya. Nantinya proyek tersebut ada yang dijual dengan sertifikat hak guna usaha (HGU) di atas hak pengelolaan (HPL).

Sudah ada yang dijual

Intiland sendiri mengaku serius menggarap proyek ini. Menurut Theresia, prospek bisnis dari Pantai Mutiara lanjutan ini diprediksi bakal lebih bagus ketimbang proyek sebelumnya. "Kontribusi dari pengembangan sebelumnya sangat signifikan besarnya karena Pantai Mutiara merupakan salah satu proyek kunci kami waktu itu," ucap dia.

Sambil jalan, Intiland mulai merencanakan proyek di areal tersebut. Seperti akan membangun tiga menara hunian jangkung dengan nama kota-kota dunia seperti London, New York dan Shanghai. Proyek dengan tinggi sekitar 24 lantai ini punya kapasitas 184 unit di setiap menara.

Menurut Theresia, penjualan menara London hingga kini sudah terjual 90%. Sedangkan menara New York, meski baru tahap pre sale, sudah terjual 30%. Padahal, peluncurannya baru September nanti. "Untuk menara Shanghai belum kami jual," timpal dia.

Proyek berikutnya adalah Regatta II. Ini adalah proyek hunian jangkung lanjutan dari Regatta I yang sudah tandas terjual. Untuk mengerjakan proyek ini, Intiland menyiapkan dana sekitar Rp 1,1 triliun. Rinciannya adalah 50% dari kas internal dan sisanya dari mitra kerja PT Global Ekabuana. Apartement ini dijual dengan harga terendah Rp 2,7 miliar per unit atau sekitar Rp 21 juta per meter persegi (m²) sampai Rp  22 juta per m².

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon