Intiland siap jual 440 unit pergudangan



JAKARTA. PT Intiland Development Tbk (DILD) berniat mengembangkan bisnis pergudangan di dalam satu komplek proyek Aeropolis Residence yang sudah di kembangkan sejak tahun 2012 silam. DILD menilai, bisnis kargo dan logistik angkutan udara yang terus berkembang membutuhkan pergudangan.

Wakil Direktur dan Chief Operating Officer Intiland, Suhendro Prabowo menjelaskan, Aeropolis Residence akan menjadi kawasan yang bersinergi dengan perkembangan Bandar Udara Soekarno-Hatta. "Kami melihat juga ada peluang dari bisnis kargo dan logistik dari angkutan udara. Karena itu, kami membuat produk untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan yang sudah bergerak di bandara." ujar dia, Minggu (14/9).

Dia menyatakan, pihaknya berencana menyiapkan lahan 30 hektare (ha) sebagai tempat pembangunan 440 unit gudang secara keseluruhan. Namun, pada awal pemasaran, DILD baru akan memasarkan 27 unit.


Meski belum bisa menyebutkan nilai investasi untuk pergudangan ini, Suhendro menargetkan pre-sale 27 unit ini akan terjual bersamaan dengan menara apartemen AR3. Karena itu, kemungkinan besar, proyek ini bisa memberikan kontribusi bagi target penjualan dan revenue DILD di tahun 2014.

Di lahan ini Intiland membangun beberapa tipe gudang, yakni ukuran 15 x 36, 15 x 30, 12 x 30, dan 9 x 30. "Harganya berkisar Rp 3,5 miliar- Rp 7,5 miliar," kata dia. Suhendro menyatakan, keunggulan proyek gudang milik DILD adalah lokasi yang sangat strategis. Yakni, dekat akses jalan tolĀ  menuju bandara.

Seperti diketahui, pengembangan Aeropolis Residence (AR) merupakan proyek jangka panjang bagi DILD. Di tahap I dan II akan dibangun di atas lahan 70 hektare. Pada tahap I, akan dibangun tipeĀ  AR 1, AR 2, ACR, sport club, F&B lifestyle, dan hotel. Pada tahap II, ada pengembangan AR 3, ruko, pergudangan, perkantoran, dan ritel. Tahap I-II yang mencapai 70 ha itu akan dikembangkan hingga tahun 2022, sementara untuk tahap III akan dikembangkan lagi 350 ha.

Pada paruh kedua ini, DILD akan menyiapkan dana Rp 700 miliar sampai Rp 800 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk biaya konstruksi pengembangan proyek properti dan akuisisi lahan. Fokus mereka adalah pengembangan superblok dan high residential di Jakarta dan Surabaya.

Hingga semester satu lalu, marketing sales DILD mencapai Rp 1,18 triliun. Perusahaan ini menargetkan penjualan sebesar Rp 2,8 triliun hingga akhir tahun 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan