Intiland targetkan recurring income Rp 69,4 miliar



JAKARTA. Emiten Properti PT Intiland Development Tbk menargetkan tahun ini recurring income mengalami kenaikan menjadi 20 % sampai 30 % dari yang posisi kuartal pertama tahun ini yaitu Rp 53,4 miliar. Kenaikan ini utamanya diperoleh dari beberapa proyek yang ada di Jakarta dan Surabaya.

Menurut Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development, Archied Noto Prodono, tahun ini, ada beberapa proyek yang ditargetkan berkontribusi terhadap recurring income (pendapatan berulang) perseroan. Beberapa proyek tersebut di antaranya adalah pertama proyek South Quarter yang ada di TB Simutapang Jakarta Selatan yang tahun ini rencananya akan dibangun di lahan 80 ribu meter persegi. Kedua adalah proyek yang ada di Surabaya seluas 16 ribu meter persegi.

Untuk pengembangan proyek Superblok South Quarter Jakarta, yang totalnya adalah tiga tower, perseroan menargetkan tower A akan bisa disewakan pada Maret tahun ini. Untuk tower B ditargetkan pada tahun ini sudah mulai disewakan. Sedangkan untuk tower C rencananya pada September sampai Oktober mulai disewakan.


Untuk proyek konstruksi yang ada di Surabaya, Archied mengatakan ada dua proyek superblock yang ditargetkan perseroan menyumbang pendapatan dari recurring income. Pertama adalah proyek superblock praxis yang ada di CBD Surabaya. Kedua adalah proyek superblock yang ada di Graha Festival, di Barat Surabaya.

Pada tahun depan, perseroan menargetkan mendapatkan recurring income dari dua proyek yaitu pertama proyek residensial high rise Pinang residence yang ada di Jakarta dan proyek Square City. Dalam jangka panjang sampai 2019, perseroan menargetkan ada satu lagi proyek yang berpotensi menghasilkan recurring income yaitu Kebon Melati satu dan dua. Archied menjelaskan untuk proyek tersebut, sebanyak 55% saham dimiliki perseroan.

Pada kuartal pertama, tercatat bahwa pendapatan recurring income perusahaan adalah sebesar Rp 53,4 miliar atau 8,85% dari total revenue perusahaan. Recurring income ini kebanyakan diperoleh dari pertama proyek perkantoran yaitu Rp 31,1 miliar, kedua adalah dari sarana olahraga sebesar Rp 16 miliar dan ketiga adalah dari kawasan industri sebesar Rp 6,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto