Intip Family Office Ultra Kaya AS Paling Aktif dan Investasinya Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Family Office para konglomerat di Amerika Serikat (AS) semakin menjadi kekuatan besar dalam dunia investasi, terutama di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). 

Dalam daftar pertama Inside Wealth Family Office 15 yang dirlis CNBC, Family Office mantan CEO Google, Eric Schmidt, yaitu Hillspire, menempati posisi teratas sebagai yang paling aktif dalam berinvestasi sepanjang 2025. 

Melansir CNBC, Jumat (13/2/2026), Hillspire tercatat melakukan 15 investasi tahun lalu, sebagian besar di bidang AI, termasuk startup AI suara berbasis Paris, perusahaan teknologi fusi, dan platform software untuk perjalanan mewah.


Baca Juga: Bangun Family Office Tak Pakai APBN

Selain Hillspire, daftar CNBC menampilkan Family Office milik Jeff Bezos yaitu Bezos Expeditions, Peter Thiel yaitu Thiel Capital, Barry Sternlicht yaitu Jaws Estates Capital, serta Lukas Walton, pewaris Walmart, yang mendirikan Builders Vision sebagai Family Office sekaligus platform investasi berdampak sosial.

Secara total, 15 Family Office ini melakukan lebih dari 120 investasi di sektor beragam, mulai dari robotik, software, biotech, makanan dan minuman, hingga olahraga dan blockchain.

Data ini dikumpulkan oleh platform intelijen kekayaan Fintrx dan menyoroti aktivitas investasi dari keluarga miliarder AS yang biasanya sangat tertutup.

Kekuatan Finansial yang Tumbuh Pesat

Family offices  yang mengelola kekayaan keluarga triliuner kini memiliki total aset lebih dari US$ 3 triliun.  Mereka menjadi pemain kunci dalam merger & akuisisi, pendanaan startup, dan penggalangan modal perusahaan swasta, dan semakin menarik perhatian Wall Street, termasuk bank swasta, manajer aset, hingga perusahaan asuransi.

“Family offices sengaja bersifat tertutup, sehingga aktivitas investasi menjadi petunjuk utama untuk memahami prioritas mereka,” kata Russ D’Argento, pendiri Fintrx.

Baca Juga: Rencana Bangun Family Office, Luhut Tegaskan Tak Pakai APBN

Semua Family Office yang masuk daftar CNBC diperkirakan mengelola setidaknya US$ 1 miliar.

Untuk masuk daftar ini, kantor keluarga harus didefinisikan sebagai kendaraan investasi atau holding company milik satu keluarga atau individu, tanpa mengelola dana pihak luar.

AI Mendominasi Investasi

Tema investasi dominan tahun 2025 adalah AI. Survei JPMorgan menunjukkan 65% kantor keluarga menempatkan AI sebagai prioritas utama, jauh di atas sektor lain. 

Sektor teknologi dan software, yang mencakup AI, menyumbang lebih dari sepertiga dari semua investasi yang dilaporkan. Sektor kesehatan dan biotech menempati posisi berikutnya.

Investasi Hillspire mencerminkan posisi Schmidt sebagai penggiat AI. Mantan CEO Google ini juga menulis buku The Age of AI bersama Henry Kissinger dan mendanai lembaga nonprofit AI, Special Competitive Studies Project. 

Baca Juga: Tren Baru Superkaya, Family Office Jadi Senjata Rahasia Jaga Kekayaan dan Warisan

Tahun lalu, Hillspire menanamkan modal di Gradium, startup AI suara dari laboratorium Kyutai di Prancis, dan Reflection AI, startup open-source yang didirikan mantan peneliti Google DeepMind. 

Hillspire juga berinvestasi di Peek, platform perjalanan dan pengalaman mewah yang menarik perhatian investor seperti Jack Dorsey dan Paul English.