KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terus menggenjot bisnis non batubara dalam rangka diversifikasi bisnis. Dalam upaya mengambil bagian dalam bisnis energi terbarukan dan teknologi energi, ITMG mendirikan PT ITM Bhinneka Power (IBP). Dalam perkembangannya, ITM Bhinneka Power membentuk dua anak perusahaan, yaitu PT Cahaya Power Indonesia (CPI) yang fokus pada pengembangan atap panel surya untuk komersial dan industri, serta PT IBP Hydro Power (IHP) yang akan bergerak dalam bisnis energi terbarukan berbasis pembangkit listrik tenaga air di masa depan. Bisnis terbarukan yang dijalankan ITMG berfokus menyediakan pasokan energi yang efisien dan ramah lingkungan ke properti mitra usaha di area komersial. Sementara di sektor industri, sejumlah proyek panel surya telah dibangun untuk pelanggan dari berbagai industri, yang pada gilirannya menambah portofolio energi surya ITMG.
Baca Juga: Kinerja Turun di Semester I 2023, Simak Rekomendasi Saham Indo Tambangraya (ITMG) Sampai dengan paruh pertama tahun ini, ITMG berhasil mendapatkan kontrak kumulatif mencapai 9,7 Megawatt peak (MWp), dimana kontrak tambahan sebesar 1,0 MWp didapatkan pada kuartal kedua 2023. Dari jumlah tersebut, total kapasitas proyek yang telah atau sedang dikerjakan adalah sebesar 5,8 MWp. Sementara itu, secara internal, ITMG juga terus mencari peluang dalam memanfaatkan sumber energi terbarukan. Dalam hal ini, ITM Bhinneka Power telah mengembangkan pembangkit hibrida surya PV di Bunyut guna mendukung operasi pertambangan ITMG.
ITMG Chart by TradingView