Intip Proyeksi IHSG dan Saham Pilihan Untuk Perdagangan Selasa (18/8)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (18/8). Adapun IHSG menutup perdagangan Jumat (14/8), IHSG menguat 1,59% atau menguat 100,12 poin ke level 6.401,89. 

Head of Research & Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memproyeksikan, secara teknikal IHSG akan menguji level di kisaran 6.450 sampai dengan 6.480 pada perdagangan Selasa (14/8). 

“Secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di pivot area serta terjadi pelebaran histogram positif MACD,” tulisnya dalam riset yang dirilis, Jumat (14/8). 


Baca Juga: Investasi Makin Mudah, Literasi Pasar Modal Jadi Tantangan

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menambahkan pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh rilis FOMC Meeting Minutes, PMI Manufacturing, Services, dan Composite Amerika Serikat (AS). 

“Dari Eropa, investor menantikan data CPI, PMI Manufacturing, Services, dan Composite. Sementara dari China akan ada rilis data retail sales dan industrial production,” katanya kepada Kontan akhir pekan lalu.  

Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan support 6.324 dan resistance di posisi 6.425 dengan beberapa sentimen pendukung. 

“Pertama, investor akan menanti BI Rate yang akan berlangsung pekan ini, di mana diperkirakan bank sentral Indonesia itu masih akan bertahan pada level 5,75%,” jelasnya kepada Kontan akhir pekan lalu. 

Kemudian, kata Herditya, investor juga akan mencermati dampak dari pengumuman MSCI terhadap aliran dana kepada pasar saham Indonesia. Di mana, dalam sepekan terakhir investor mencatatkan net sell Rp 1,58 triliun. 

Padahal, MSCI menyampaikan pengumuman hasil evaluasi indeks pada 12 Agustus 2025. Di mana, lembaga rating atas Amerika Serikat (AS) mengeluarkan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Global Standard Indexes. 

Pada 12 Agustus 2025, investor asing mencatatkan net buy Rp 725,21 miliar. Namun investor asing berbalik arah dengan membukukan net sell Rp 1,41 triliun di 13 Agustus 2026. Aksi jual berlanjut pada 14 Agustus 2026 dengan net sell Rp 1,03 triliun.

Untuk perdagangan Selasa (18/8), saham pilihan Herditya jatuh pada PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di kisaran Rp 9.575–Rp 9.975, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di area Rp 3.140–Rp 3.190 dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) di rentang Rp 935–Rp 975.

Baca Juga: Target Rupiah Rp 17.500 dan Yield SUN 6,9% Masih Bisa Tercapai, Ini Syaratnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News