Intip Rekomendasi Saham dan Prospek GOTO Usai Cetak Laba Rp 1,16 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencetak kinerja solid hingga kuartal III-2026. Bahkan, emiten teknologi ini mengerek target EBIDTA yang disesuaikan untuk tahun buku 2026 

Melansir laporan keuangan per 30 September 2026, laba diatribusikan kepada entitas induk GOTO mencapai Rp 1,16 triliun. Ini berbalik dari rugi bersih sebesar Rp 775,55 miliar pada periode yang sama di 2025.

Dari top line, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp 16,54 triliun di periode Januari–September 2026. Ini tumbuh 24,47% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 13,29 triliun. 


Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (30/10): Turun 13.000 Jadi Rp 2.546.000 Per Gram

Sementara itu, GOTO membukukan adjusted EBITDA sebesar Rp 950 miliar pada kuartal III-2026. Secara akumulasi dari Januari–September 2026, adjusted EBITDA GOTO mencapai Rp 2,86 triliun. 

Dengan realisasi di sepanjang sembilan bulan pertama 2026, GOTO menaikkan adjusted EBITDA Grup menjadi Rp 3,5 triliun–Rp 3,7 triliun dari target sebelumnya di Rp 3,2 triliun–Rp 3,4 triliun.

Emiten teknologi ini juga menaikkan target adjusted untuk segmen financial technology (fintech) menjadi Rp 1,9 triliun–Rp 2 triliun dari target sebelumnya di Rp 1,7 triliun–Rp 1,8 triliun.

GOTO juga memperluas rentang adjusted EBITDA untuk segmen on demand services (ODS) menjadi Rp 1,4 triliun–Rp 1,6 triliun di 2026. Sebelumnya, GOTO memasang target untuk segmen ini di kisaran Rp 1,4 triliun–Rp 1,5 triliun. 

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai kinerja kuartal III-2026 menunjukkan perbaikan fundamental GOTO. Efisiensi operasional dan peningkatan monetisasi ekosistem mulai memberikan hasil positif.

“Ini menjadi indikasi bahwa strategi efisiensi operasional dan peningkatan monetisasi ekosistem mulai memberikan hasil positif," jelasnya kepada Kontan, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Pendapatan Internet Rakyat Surge (WIFI) Melonjak 491%, Kontribusi Tembus 10%

Menurut Nafan, pertumbuhan pendapatan bersih sekitar 24% secara tahunan menunjukkan aktivitas bisnis GOTO masih memiliki ruang berkembang. Namun, GOTO perlu menjaga keseimbangan pertumbuhan, profitabilitas dan pangsa pasar.

Nafan bilang, incestor juga perlu mencermati keberlanjutan laba pada kuartal IV-2026 hingga 2027. Nafan menyebut kualitas laba dan arus kas operasional menjadi faktor penting dalam menentukan valuasi saham GOTO.

Di sisi bisnis, Nafan menjelaskan, penyesuaian tarif sebesar 8% berpotensi menekan daya beli konsumen dan volume transaksi apabila dibebankan kepada pengguna akhir. 

“Jika sebagian penyesuaian tersebut dapat meningkatkan pendapatan per transaksi, dampaknya terhadap profitabilitas berpotensi positif," tuturnya.

Sementara itu, Nafan menyebut bisnis fintech masih memiliki peluang pertumbuhan dari kebutuhan pembayaran digital, pembiayaan dan kredit konsumen. Meski demikian, ekspansi perlu diimbangi pengelolaan risiko kredit.

 
GOTO Chart by TradingView

“Fintech dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan GOTO ke depan, sepanjang ekspansi bisnis tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan keberlanjutan profitabilitas," ucapnya.

Dari sisi pergerakan saham, Nafan memperkirakan IHSG akan menguji level support GOTO berada di Rp 20 dan resistance di Rp 31. Pada akhir perdagangan Kamis (29/10), GOTO parkir di level Rp 23 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News