Intip reksadana Danareksa Mawar Konsumer 10



JAKARTA. Sejumlah manajer investasi percaya saham-saham konsumer bisa menjadi driver bagi perekonomian Indonesia. Sikap optimisme tersebut salah satunya ditunjukkan oleh Danareksa Investment Management (DIM). Tak heran, manajer investasi ini membentuk produk reksadana bertajuk Danareksa Mawar Konsumer 10.

Prihatmo Hari Mulyanto, Direktur Utama DIM, mengatakan, produk reksadana ini fokus berinvestasi pada saham-saham sektor konsumer dan sektor lain yang terkait konsumer. "Pemilihan saham dalam portofolio didasarkan pada variabel-variabel kuantitatif yang didukung oleh hasil riset teknikal dan fundamental DIM," kata Prihatmo kepada KONTAN, belum lama ini.

Prihatmo menilai, saham-saham tersebut memiliki valuasi yang masih baik dan berpotensi mencetak kinerja positif tahun ini. Karena itu, wajar jika DIM menargetkan Danareksa Mawar Konsumer 10 bisa memberikan return alpha 2% di atas benchmark Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).


"Target tersebut didukung PDB Indonesia yang akan lebih baik, dengan sektor konsumsi dan belanja pemerintah menjadi penyumbang utama," jelas dia. Selain sektor konsumsi, Prihatmo optimistis sektor konstruksi dan perbankan bisa mendongkrak kinerja produk Danareksa Mawar Konsumer 10.

Merujuk fund fact sheet per April, produk yang diluncurkan sejak 16 Februari 2011 tersebut mengalokasikan sekitar 93,75% aset pada saham dan 6,25% di kas. Lima saham terbesar dalam portofolio reksadana ini adalah TLKM 8,70%, BBCA 8,06%, HMSP 7,32%, ASII 7,31% dan BBRI 6,63%.

Produk reksadana ini ditawarkan bagi investor institusi dan ritel dengan pembelian awal minimal Rp 100.000. Hingga April 2017, dana kelolaan yang sudah dikantongi Mawar Konsumer 10 mencapai Rp 1,99 triliun. DIM menargetkan produk reksadana ini bisa memiliki dana kelolaan Rp 2,5 triliun hingga akhir tahun nanti.

Wawan Hendrayana, Senior Research & Investment Analyst Infovesta Utama, berpendapat, kinerja produk reksadana ini cukup positif. Terbukti sepanjang tahun ini, rata-rata kinerja produk reksadana saham cuma sekitar 3,25%. Danareksa Mawar Konsumer 10 berhasil melampaui kinerja tersebut. "Meski begitu, di periode yang sama kinerjanya masih di bawah IHSG," papar dia.

Menurut Wawan, reksadana ini bersifat defensif, sehingga ketika indeks benchmark terkoreksi, kinerja reksadana ini tetap terjaga. Hingga akhir tahun, Wawan memprediksi imbal hasilnya mencapai 9%-10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto