KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memiliki sejumlah opsi untuk menambah modal tahun ini namun, eksekusinya bakal disesuaikan dengan posisi kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank. Di satu sisi, BTN sesungguhnya masih memiliki sisa plafon Rp 3 triliun dari total plafon Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi subordinasi Rp 5 triliun. Direktur Treasury & International Banking BTN Venda Yuniarti menjelaskan, BTN telah menerbitkan obligasi subordinasi senilai Rp 2 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, sisa plafon Rp 3 triliun akan disesuaikan dengan kebutuhan permodalan BTN.
Baca Juga: BNI Prediksi Likuiditas Membaik di Akhir Tahun 2026, Ini Penopangnya "Melihat sisa Rp 3 triliun ini kita akan sesuaikan dengan kebutuhan permodalannya BTN. So far CAR kita masih terjaga, masih di level 17%-18% sesuai dengan target kita," ujar Venda dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Dengan kondisi permodalan yang masih terjaga, BTN belum memastikan waktu eksekusi penerbitan obligasi subordinasi tersebut. "Nanti kita lihat perkembangannya, kalau memang kita membutuhkan, kita masih bisa eksekusi untuk subordinasinya. Jadi subordinasi saat ini kita masih
wait and see," kata Venda. Di sisi lain, BTN berencana kembali melakukan sekuritisasi pada akhir tahun ini. Bank pelat merah ini tengah mempersiapkan transaksi sekuritisasi dengan menerbitkan senior debt atau obligasi senior. Venda bilang langkah tersebut dilakukan setelah BTN cukup lama tidak melakukan sekuritisasi, tepatnya dalam dua hingga tiga tahun terakhir. "Akhir tahun ini juga kita akan ada rencana untuk melakukan sekuritisasi lagi setelah dua tahun, dua-tiga tahun terakhir kita sudah lama tidak melakukan sekuritisasi," jelasnya. Namun, dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menegaskan bahwa rencana sekuritisasi tersebut bukan didorong oleh kebutuhan likuiditas perseroan. Ia bilang pihaknya semata ingin kembali menjaga keberadaan pasar sekuritisasi setelah sempat berhenti menerbitkan sekuritisasi selama sekitar tiga tahun. "Ini bukan karena
liquidity ya, tapi memang kita lagi menjaga market yang ada, karena BTN sempat berhenti tiga tahun tidak issue sekuritisasi," ujar Nixon.
BTN melihat kondisi pasar sekuritisasi saat ini cukup mendukung untuk kembali melakukan penerbitan. Namun, Nixon bilang nilai transaksi yang disiapkan tak bakal besar. "Size-nya sekitar Rp 300–400 miliar, jadi tidak akan besar, tapi kita tetap menjaga supaya market-nya tetap hidup," sebutnya.
Baca Juga: SI Buka Akses Rekening bagi Masyarakat, Setoran Awal Mulai Rp 1.000 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News