Intip Rencana Bisnis Indika Energy (INDY) yang Fokus Kerek Bisnis Non-Batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) terus meningkatkan portofolio bisnis non-batubara di sepanjang tahun ini yakni di sektor kendaraan listrik, energi terbarukan, solusi berbasis alam, pertambangan emas, dan mineral.

Head of Corporate Communications Indika Energy, Ricky Fernando menjelaskan, di tahun ini Indika Energy tetap fokus melakukan diversifikasi di sektor non-batubara.

“Salah satu agenda utama kami di tahun ini adalah mengintensifkan langkah diversifikasi dan terus meningkatkan kontribusi pendapatan bisnis non-batubara,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (31/3).


Ricky menyatakan, saat ini bisnis kendaraan listrik roda dua dalam tahap penetrasi pasar, bisnis energi terbarukan, yakni Solar PV sudah mendapatkan kontrak sebesar 40 MWp dan berhasil melakukan instalasi sebesar 13 MWp.

Sementara bisnis solusi berbasis alam Indika Energy saat ini dalam tahap penanaman dan konstruksi milling facility.

Dalam laporan tahunan 2022, di segmen agroforestri, Indika Nature telah memulai fase pertama penanaman di 700 hektare (ha) dengan target 7.500 ha di 2024.

Baca Juga: Ini Pendorong Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih Indika Energy (INDY) Sepanjang 2022

Pada 2022 INDY telah memulai penanaman pohon Calliandra dan mengharapkan panen pertama pada akhir tahun 2023 serta penjualan wood pellet olahan di tahun yang sama. Melalui tahap penanaman 3 tahun, targetnya adalah untuk sepenuhnya menanam tahap pertama seluas total 7.500 ha pada tahun 2024.

Untuk memperkuat rantai supply, Indika Nature menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) pada Desember 2022 untuk mengakuisisi 46% saham di PT Natura Aromatik Nusantara, eksportir minyak atsiri terbesar keempat di Indonesia.

Indika Energy menyelesaikan transaksi pada Januari 2023 untuk memperluas bisnis produk hilir agroforestri seperti bahan kimia aromatik, minyak atsiri, dan ekstrak alami.

Sedangkan di bidang mineral, INDY telah mendorong pengembangan Proyek Emas Awakmas dan memasuki penambangan bauksit dengan mengakuisisi 100% kepemilikan di PT Mekko Metal Mining (Mekko). Mekko memiliki cadangan 5,7 juta ton washed bauksit dan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun dan diharapkan beroperasi penuh pada 2023.

 
INDY Chart by TradingView

Untuk semakin mengurangi eksposur INDY dalam bisnis terkait batubara dan mencapai target pendapatan non-batubara sebesar 50% pada tahun 2025, pihaknya juga telah menyelesaikan divestasi PT Petrosea Tbk. pada tahun 2022.

Indika Energy menargetkan untuk terus memperkuat aspek ESG (Environmental, Social, Governance) di mana saat ini pihaknya telah mencatat perkembangan signifikan melalui penurunan emisi scope 1 sebesar 14%.

Sampai dengan 2022, pendapatan Indika Eergy sebanyak 88,4% masih didapat dari segmen batubara, sedangkan 11,6% dari non-batubara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari