KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) kembali ditutup di zona merah pada awal pekan dan turun ke bawah level psikologis 7.000. Pelemahan ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG pada penutupan perdagangan Senin (6/4/2026) turun 0,53% atau terkoreksi 37,35 poin ke level 6.989,42.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi, Intip Saham yang Banyak Diborong Asing, Senin (30/3) Penurunan IHSG dipicu oleh pelemahan mayoritas sektor. Dari 11 indeks sektoral, delapan sektor tercatat melemah. Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi 0,92%, diikuti barang konsumen primer 0,80%, kesehatan 0,58%, dan teknologi 0,31%. Tekanan juga terjadi pada sektor properti dan real estate serta keuangan yang masing-masing turun 0,31%. Sementara itu, sektor transportasi melemah 0,09% dan perindustrian turun tipis 0,01%. Di sisi lain, tiga sektor masih mampu mencatatkan penguatan. Sektor barang konsumen nonprimer naik 2,26%, disusul barang baku 1,17% dan energi 0,39%. Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi saham mencapai 29,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,18 triliun. Pergerakan pasar didominasi saham yang melemah, dengan 412 saham turun, 255 saham menguat, dan 151 saham bergerak stagnan.
Baca Juga: IHSG Tinggalkan Level 7.000, Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing di Awal Pekan Tekanan pada IHSG juga datang dari aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp 622,92 miliar di seluruh pasar. Namun di tengah koreksi IHSG, asing juga banyak memborong saham-saham ini. Berikut 10 saham
net buy terbesar asing pada Senin: 1. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 50,12 miliar 2. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 35,71 miliar 3. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 28,9 miliar 4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 24,12 miliar 5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 22,03 miliar 6. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 20,23 miliar 7. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 17,06 miliar 8. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 16,61 miliar 9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 13,01 miliar 10. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp 11,8 miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News