Intip Strategi Akasha Wira International (ADES) Ekspansi ke Bisnis Gummy



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Akasha Wira International Tbk (ADES) memperluas lini bisnisnya dengan masuk lebih dalam ke pasar permen gummy.

ADES menargetkan produksi produk gummy secara mandiri mulai berjalan pada kuartal III-2026 seiring rampungnya pembangunan pabrik baru.

Ekspansi usaha baru yang akan dilakukan oleh ADES yaitu dengan merambah ke bidang industri kembang gula, yang mencakup usaha pembuatan berbagai jenis kembang gula berbahan dasar non-cokelat, dengan fokus pada konsep indulgent gummy.


Presiden Direktur ADES Fany Soegiarto mengungkapkan, saat ini perusahaan sebenarnya telah memiliki satu produk gummy, yakni Gummy Yogurt yang dipasarkan dengan merek Wonhae. Namun, produk tersebut saat ini masih diproduksi oleh pihak ketiga (maklon).

Baca Juga: IHSG Turun 0,73% ke 6.127 Sesi I, Top Losers LQ45: TLKM, TOWR, AMMN, Jumat (19/6)

"Beberapa produk baru, baik makanan dan minuman maupun kosmetika akan diluncurkan di tahun 2026 ini untuk memperkuat pertumbuhan penjualan dan prospek usaha perseroan," ujar Fany dalam paparan publik, Rabu (17/6/2026).

Fany menjelaskan, ADES saat ini tengah membangun fasilitas produksi untuk mendukung pengembangan bisnis gummy. Dengan adanya pabrik tersebut, perseroan akan bertransformasi menjadi produsen produk gummy.

Dalam rangka diversifikasi portofolio usaha ini, ADES mengalokasikan investasi senilai Rp 46,2 miliar dari kas internal untuk akuisisi tanah, bangunan, dan mesin, dengan payback period 1 tahun 9 bulan.

Fany mengatakan produksi komersial terkait produk gummy ditargetkan mulai berjalan pada kuartal III 2026. Pada saat yang sama, produk hasil produksi internal juga akan mulai dipasarkan ke konsumen.

Manajemen mengatakan, target pasar utama adalah konsumen umur 6 - 35 tahun. Adapun pasar utama yang dibidik untuk produk gummy adalah pasar domestik. Meski demikian, ADES tetap membuka peluang ekspor guna memperluas jangkauan pemasaran dan mendukung pertumbuhan penjualan pada masa mendatang.

“Kalau untuk detail ekspansinya ini kami sudah sedang dalam proses pembangunan pabrik. Rencana mungkin di kuartal III akan mulai produksi untuk produk gummy ini. Ini pasarnya targetnya terutama lokal dan juga tetap berencana ada ekspor tapi target pasar utamanya lokal,” ungkap Fany.

Baca Juga: Industri Kripto Sambut Revisi UU P2SK, Bittime Soroti Peluang Inovasi

Dari sisi distribusi, pemasaran produk gummy akan memanfaatkan jaringan yang telah dimiliki perusahaan, baik melalui modern trade, traditional trade, maupun distributor.

Selain mengembangkan bisnis makanan dan minuman, ADES juga terus memperluas portofolio di segmen kecantikan dan perawatan tubuh. Sejumlah produk baru telah diluncurkan sepanjang tahun ini, antara lain melalui merek Barber Daily dan Inoskin.

“Untuk produk-produk baru ada beberapa yang sudah rilis ya seperti misalnya Barber Daily, face wash untuk men face wash. Juga ada Inoskin beberapa yang untuk face mask-nya itu juga cukup berhasil,” jelasnya.

Diketahui, ADES merupakan perusahaan yang bergerak di bidang minuman kemasan dan produk perawatan kecantikan.

ADES juga memproduksi dan memasarkan sejumlah merek yang telah dikenal masyarakat, antara lain air minum dalam kemasan merek Nestlé Pure Life dan Vica, serta produk perawatan rambut dan kecantikan di bawah merek Makarizo.

Ke depan, perseroan juga berencana menambah berbagai varian produk baru, termasuk pada kategori parfum, pasta gigi, serta produk kosmetika lainnya.

Jika dilihat dari kinerja keuangan, penjualan bersih ADES pada kuartal I 2026 mencatat pertumbuhan yang kuat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih meningkat 65,5% YoY menjadi Rp 942 miliar, dari Rp 568 miliar pada kuartal I 2025.

Dengan kondisi tersebut, laba periode berjalan pada kuartal I 2026 mencapai Rp 256 miliar meningkat 74,5% YoY dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar Rp 146 miliar.

Manajemen menyebut pertumbuhan tersebut merupakan hasil implementasi program transformasi menyeluruh dan berkelanjutan yang dijalankan pada aspek bisnis, operasional, maupun organisasi.

 
ADES Chart by TradingView

Pada 2025, penjualan bersih ADES mencapai Rp 2,7 triliun, meningkat 39,4% YoY dibandingkan Rp 1,9 triliun pada 2024. Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk juga meningkat 40,6% YoY menjadi Rp 741,6 miliar dari Rp 527,4 miliar pada 2024.

Segmen makanan dan minuman membukukan penjualan sebesar Rp 1,37 triliun pada 2025, meningkat 21,6% YoY dibandingkan Rp 1,13 triliun pada 2024. Segmen ini memberikan kontribusi 50,4% terhadap total penjualan Perseroan.

Sementara itu, segmen kosmetika mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 63,7% YoY, dari Rp 825,9 miliar pada 2024 menjadi Rp 1,35 triliun pada 2025. Kontribusinya mencapai 49,6% terhadap total penjualan.

“Selain itu, sejumlah produk dan merk baru perusahaan berhasil mengontrol respon positif dari pasar. Peluncuran produk-produk baru tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan perseroan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat,” pungkas Fany.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News