KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) terus menyiapkan strategi untuk mengembangkan bisnis sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS). DRMA tak hanya menyasar pasar BESS untuk ekosistem kendaraan listrik alias Electric Vehicle (EV), tetapi juga melirik peluang dari ambisi pemerintah memacu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan, DRMA terus mengembangkan portofolio BESS dengan menyesuaikan produk dan kapasitas terhadap kebutuhan pasar. Terbaru, DRMA telah memperkenalkan produk All-in-One BESS dalam rangkaian pameran otomotif, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada awal bulan ini.
Peluang BESS dari Proyek PLTS
Di dalam negeri, peluang pengembangan bisnis BESS akan datang dari ambisi pemerintah meningkatkan kapasitas PLTS hingga mencapai 100 Gigawatt (GW). Pemerintah dan PT PLN (Persero) bakal turut mengandalkan BESS untuk mencapai target tersebut. Kebutuhan terhadap BESS juga sudah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025 - 2034. Penambahan BESS ditargetkan mencapai 6 GW atau mencapai 27 Gigawatt hour (GWh). Dengan adanya proyek PLTS 100 GW, kebutuhan BESS diproyeksikan melonjak signifikan. Dalam program quick wins Kementerian ESDM dan PLN, kebutuhan BESS ditaksir mencapai 82,5 GWh yang akan dikombinasikan dengan PLTS kapasitas 27,4 Gigawatt peak (GWp). DRMA turut melirik peluang ekspansi bisnis BESS dari proyek PLTS. Emiten komponen otomotif yang terafiliasi dengan konglomerasi Triputra Group ini melihat target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas PLTS hingga 100 GW sebagai peluang yang sangat positif bagi pengembangan ekosistem energi bersih di Indonesia. Baca Juga: Industri Manufaktur Mulai Adopsi AI, Investasi Bisa Tembus Miliaran Rupiah Menurut Irianto, pertumbuhan PLTS dan kebutuhan energy storage sebagai dua hal yang saling melengkapi, sekaligus membuka peluang untuk terus mengembangkan bisnis BESS sebagai bagian dari ekosistem energi bersih. "Bagi DRMA, kondisi ini menjadi peluang untuk berpartisipasi dalam mendorong transisi energi bersih melalui pengembangan solusi BESS. Kami tentu menyambut positif arah kebijakan pemerintah tersebut," kata Irianto. Dia menambahkan, pada prinsipnya fungsi BESS tidak terbatas pada ekosistem kendaraan listrik. Tetapi juga dapat menjadi solusi penyimpanan energi untuk berbagai kebutuhan, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan energi yang dihasilkan dari PLTS. Tidak hanya mendukung pemanfaatan energi surya pada siang hari, BESS memungkinkan energi yang tersimpan digunakan pada malam hari atau saat kebutuhan energi meningkat. "Kami melihat prospek BESS untuk mendukung pemanfaatan energi surya sangat besar. Bagi kami, hal ini membuka peluang yang lebih luas bagi BESS untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, perkantoran, maupun industri," kata Irianto.DRMA Chart by TradingView